Bersepeda di Tengah Satwa Liar Taman Safari Pacu Andrenalin

Bersepeda di Tengah Satwa Liar Taman Safari Pacu Andrenalin

Muhajir Arifin - detikNews
Minggu, 25 Okt 2015 16:40 WIB
Bersepeda di Tengah Satwa Liar Taman Safari Pacu Andrenalin
Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Safari Wild Cycling berlangsung seru. Even bersepeda santai di antara puluhan satwa langka dan liar Taman Safari Indonesia II Prigen, Pasuruan, ini mampu memacu adrenalin peserta.

Selain bisa berinteraksi dengan satwa, peserta juga tampak sangat tertantang dengan track pegunungan melintasi rute uphill maupun downhill di lereng pegunungan Arjuno.

Para peserta juga sangat menikmati bisa berdekatan dengan satwa di sepanjang 15 Km rute bersepeda. Banyak diantara mereka berhenti mengayuh untuk bercengkerama dengan satwa.

Meski berada di tengah satwa langka dan liar, para peserta enjoy mengayuh roda sepedanya. Tidak ada rasa kawatir, karena para keeper TSI Prigen ditempatkan dan bersiaga di sekitar habitat satwa langka yang dilalui.

"Ini beda dengan even yang lain. Keberadaan satwa-satwa langka ini bikin adrenalin terpacu. Selain satwa jinak juga ada satwa liar," kata Makruf, peserta asal Malang, Minggu (25/10/2015).

Pengalaman serupa dirasakan Yuli, seorang peserta dari Jombang. Ia mengaku tidak rugi datang jauh-jauh untuk bisa merasakan sensasi bersepeda di tengah satwa langka.

Safari Wild Cycling merupakan kelanjutan Safari Run yang pernah dilakukan beberapa bulan lalu. Even langka yang baru pertama kali digelar ini mendapat respon dari ratusan peserta berasal dari berbagai daerah.

"Respon para pecinta sepeda sangat baik dan antusias dengan even ini karena mereka tahu tidak akan mendapatkan pengalaman serupa di tempat lain. Para dapat melihat disepanjang rute, satwa-satwa langka yang dimiliki TSI dari jarak dekat," kata General Manager TSI II Prigen, I Ketut Gunarta.

Ia berharap, dukungan dari pecinta sepeda yang besar ini akan menjadikan Safari Wild Cycling sebagai program reguler yang berlangsung setiap tahunnya. Sehingga TSI II Prigen selain sebagai sarana wisata edukasi satwa langka, juga menjadi rujukan bagi olahraga yang menantang.

(iwd/fat)
Berita Terkait