Meneg BUMN Resmikan SMK 'Gula' Pertama di Jatim

Meneg BUMN Resmikan SMK 'Gula' Pertama di Jatim

Rois Jajeli - detikNews
Kamis, 22 Okt 2015 17:41 WIB
Meneg BUMN Resmikan SMK Gula Pertama di Jatim
Foto: Rois Jajeli
Situbondo - Meneg BUMN Rini Soemarno saat blusukan ke Situbondo, Jawa Timur, menyempatkan meresmikan sekolah menengah kejuruan (SMK) 'Gula' Ibrahimy 2, Pondok Pesantren Salafiyah Safiiyah.

Usai penandatanganan prasasti pembangunan gedung SMK 'Gula' dan bertatap muka dengan ribuan santriwati Ponpes Salafiyah Safiiyah, Sukorejo, Situbondo, Rini mengatakan, bahwa sekolah menengah kejuruan di bidang 'pergulaan' sangat dibutuhkan.

"Sangat perlu karena saya melihat kita terus membutuhkan karyawan yang handal yang dibutuhkan di pabrik gula dan mengerti tentang industri pergulaan," kata Rini dikediaman pengasuh Ponpes Salafiyah Safiiyah, Kamis (22/10/2015).

Keberadaan SMK 'Gula' di Ponpes Salafiyah Safiiyah adalah yang pertama kali di Jawa Timur. Katanya, tidak menutup kemungkinan, pabrik gula lainnya menjalin kerjasama dengan mendirikan SMK 'Gula' di ponpes lainnya.

"Kita butuh talenta yang handal. Harapan kami tidak hanya SMK saja, tapi juga bisa berkembang ke akademi mahasiswa  D3. Kerjasama ini diharapkan bisa menghasilkan talenta terbaik," paparnya.

Apakah lulusan SMK 'Gula' juga dapat diterima bekerja di pabrik gula? "Kita harapkan begitu," harapnya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Salafiyah Safiiyah KHR Ahmad Azaim Ibrahimy menyambut baik kerjasama antara ponpes dengan pabrik gula, dengan hadirnya program jurusan tentang 'pergulaan' di SMK Ibrahimy 2.

"Tenaga pendidiknya 50:50 dari pondok pesantren dan tenaga pendidik dari manajemen pabrik gula," ujarnya.

"Kita ada laboratorium yang bekerjasama dengan pabrik gula. Jadi ada pendidikan keagaaman dan juga ada pendidikan tentang gula," terangnya.

Meski jurusan 'pergulaan' baru dibuka pada tahun ajaran 2015/2016, mendapat sambutan hangat dari wali santri. Apalagi, sepanjang kawasan Jangkar sampai Sukerejo terbentang luas lahan pertanian tebu.

"Kami memiliki keluarga besar yang mempunyai hubungan ikatan emosional. Ada alumni yang sudah menjadi orang tua yang menjadi pemilik lahan tebu, menyekolahkan anaknya (di SMK 'Gula')," tuturnya.

"Orang tuanya bangga dan ingin anaknya meneruskan wirausahanya dan menjadi saudagar tebu," tandasnya. (roi/bdh)
Berita Terkait