Komunitas ini mulai start dan finish di Ponpes Genggong dengan menempuh perjalanan sekitar 10 Km. Kostum yang dipakai antara lain tentara keamanan rakyat atau tentara nasional Indonesia era dan kostum unik lainnya.
Festival onthel bertajuk 'Onthel Goes to Pesantren' menjadi salah satu wujud kepedulian komunitas sepeda kuno terhadap hari santri nasional. Antara onthel dan santri pesantren memiliki persamaan zaman, yakni sama-sama tumbuh saat era sebelum kemerdekaan republik Indonesia.
Menurut Asmoro, Ketua Komunitas Republik Onthel Sidoarjo, onthel kini bukan lagi alat transportasi utama, melainkan sekedar penyaluran hobi pecinta sepeda kuno. Saat ini, onthel menjadi koleksi antik yang berharga mewah.
Sementara itu, Haris Damanhuri Ramli, Pengasuh Ponpes Zainula Hasan Genggong, mengaku konvoi ini sekaligus membuka musyawarah kerja wilayah kosti Jatim ke-4.
"Kami sengaja menggelar acara ini, untuk menyongsong hari santri nasional. Selain itu agar sepeda onthel kuno, tetap menjadi budaya Jawa Timuran," kata Haris.
Pihak pesantren berharap, pelestarian budaya onthel bersama kaum santri dapat kembali digelar pada tahun-tahun mendatang, sehingga jati diri bangsa pada zaman pra-kemerdekaan tetap terjaga.
(fat/bdh)











































