Pelaku tak berkutik saat puluhan warga dan keluarga korban tersulut emosi menangkap pelaku. Pelaku langsung diborgol dan diikat dengan tali tambang.
Oleh petugas, pelaku langsung dibawa ke Mapolres Probolinggo, untuk dilakukan pemeriksaan dan menghindari amukan warga. Sementara keluarga korban berupaya memukul pelaku, namun dihalangi petugas. Sementara korban Rehan langsung dilarikan ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan.
"Pelaku masih kami istirahatkan di mapolres, agar jalannya pemeriksaan berjalan lancar. Kami masih menenangkan emosional pelaku," kata Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Mobri Cardo Panjaitan, Rabu (21/10/2015).
Mobri mengaku motif pembunuhan balita yang dilakukan paman sendiri ini, masih belum diketahui motifnya.
Sementara situasi saat ini di rumah korban masih diwarnai tangisan histeris, setelah jasad korban tiba di rumah duka dari kamar mayat RSUD Waluyo Jati Kraksaan.
Rumah pelaku tepat di belakang korban. Anak tunggal dari pasutri Sanam (28) dan Arsini (22) ini masih sekolah TK. Tewasnya korban tragis, hingga membuat seluruh keluarganya menangis histeris.
"Tadi sewaktu pulang sekolah Rehan masih sempat bermain ditemani bapaknya, tidak tahu tiba-tiba terdengar jeritan ibunya. Rehan sudah bersimbah darah," kata Musrika, bibik korban saat ditemui di kamar mayat.
Informasi yang dihimpun detikcom, pelaku langsung melarikan diri ke arah persawahan setempat, usai membunuh keponakannya itu.
(iwd/iwd)










































