Selain itu, bapak satu anak ini mengalami gangguan di ginjal karena tidak kencing sejak terkena luka bakar dan banyak kehilangan cairan elektrolit akibat lambatnya evakuasi.
"Jadi dari kejadian sampai rumah sakit membutuhan waktu yang panjang. Sampai IGD jam 3 pagi. Lambatnya resusitasi (Mengembalikan fungsi pernafasan dan jantung yang tergangu, membuat korban banyak kehilangan cairan elektrolit," kata Kepala IRD dr Soetomo, dr Urip Murtedjo SpB-KL kepada wartawan, Kamis (21/10/2015).
Gangguan organ ini masih dalam taraf observasi. Gangguan organ ini timbul karena terlambatnya evakuasi korban dari kejadian menuju rumah sakit. Karena luka bakar 50 persen, korban banyak kehilangan cairan elektrolit.
"Gangguan organ failure ini masih dalam obvervasi. Makanya tahap kedua nanti akan dilakukan resusitasi cairan eletrolit dan organ yang diwaspadai adalah ginjal," terang Urip.
Saat ini korban yang mengalami luka bakar 50 persen masih dipantau ketat tim medis RSU dr Soetomo. (fat/fat)











































