Warganya Tewas Dibentak Bos Pabrik, Pabrik Selotip di Mojokerto Didemo

Warganya Tewas Dibentak Bos Pabrik, Pabrik Selotip di Mojokerto Didemo

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 19 Okt 2015 19:11 WIB
Warganya Tewas Dibentak Bos Pabrik, Pabrik Selotip di Mojokerto Didemo
Warga memadati lokasi pabrik/Enggran Eko B
Mojokerto - Ratusan warga melabrak manajemen pabrik selotip dan keripik ketela PT Okamoto Indonesia dan Shinwom International di Desa Sampang Agung, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto. Warga menuntut pertanggungjawaban pimpinan pabrik yang mengakibatkan tewasnya tetangga mereka yang juga salah seorang security pabrik tersebut, Subekti (40).

Ratusan warga Desa Sampang Agung beramai-ramai mendatangi pabrik sekitar pukul 16.00 WIB. Para pemuda, ibu-ibu, hingga pria dewasa meluapkan amarah mereka kepada manajemen pabrik. Warga berteriak-teriak memaki pimpinan pabrik tersebut. Sementara puluhan anggota polisi menjaga aksi unjuk rasa warga.

Perwakilan warga, Suparman (45) mengatakan, aksi unjuk rasa ini menyusul tewasnya tetangga mereka, Subekti. Bapak dua anak itu merupakan salah seorang petugas keamanan (Security) di PT Okamoto Indonesia dan Shinwom International.

Menurutnya, Subekti tewas di dalam pabrik siang tadi sekitar pukul 14.00 WIB. Korban tewas mendadak setelah dibentak-bentak oleh Alex, pimpinan pabrik selotip dan keripik ketela tersebut. Security pabrik itu tewas meninggalkan dua putrinya dan seorang istri.

"Pak Subekti salah satu warga kami meninggal mendadak setelah dibentak-bentak oleh Mister Alex (bos pabrik) tadi siang di kantornya. Padahal sebelumnya dia (Subekti) sehat, tidak sakit apapun," kata Suparman kepada wartawan di lokasi, Senin (19/10/2015).

Suparman mengatakan, insiden tewasnya Subekti membuat warga tak lagi bisa membendung amarah. Terlebih lagi, menurutnya, pimpinan pabrik selotip dan keripik ketela itu terkenal arogan terhadap buruh pabrik yang mayoritas warga Sampang Agung.

"Mister Alex terkenal galak, dia sering bertindak kasar terhadap anak buahnya," ungkapnya.

Itu lah yang membuat warga nekat berunjuk rasa. Menurut Suparman, warga menuntut agar PT Okamoto Indonesia dan PT Shinwon International tempat Subekti bekerja bertanggungjawab.

"Mereka harus bertanggung jawab, harus diproses secara hukum," tandasnya.

Sementara mediasi antara manajemen pabrik dengan perwakilan warga belum menemukan kesepakatan. Kapolres Mojokerto AKBP Budhi Herdi Susianto terlihat datang ke pabrik untuk memimpin mediasi sekaligus meredam amarah warga. (iwd/iwd)
Berita Terkait