Operasi yang diperuntukkan bagi 109 warga dari kalangan tidak mampu ini ditangani Persatuan Dokter Ahli Mata (Perdami), rumah sakit dan instansi terkait.
"Kota Banyuwangi merupakan kabupaten terluas di Jawa Timur dengan topografi wilayah dari pegunungan, hutan dan lautan hingga mata pencahariannya beraneka ragam. Jadi kami berterima kasih atas baksos yang digelar ini," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di sela pembukaan, yang dihadiri Ketua Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU) dr Dodo Anondo MPH, Wakil Ketua PWNU Jawa Timur dr Edi Suyanto SpF, Ketua Lembaga Kesehatan PWNU dr Hidayatullah SpS, Senin (12/10/2015).
Bupati Anas menjelaskan, Kota Banyuwangi baru mendapat kesempatan bantuan operasi katarak bagi kalangan tidak mampu.
Sementara salah seorang pasien, Murtini (55) mengaku senang mendapat tawaran operasi gratis. Apalagi dirinya tidak perlu datang ke rumah sakit untuk mendapat perawatan kataraknya.
Sementara Direktur Utama Sido Muncul Irwan Hidayat mengaku aksinya ini ditargetkan mendapat 3 ribu pasien katarak se-Jatim, bekerja sama dengan PWNU Jatim. Dan sebagian terealisasi bulan Juli di Jombang dan Agustus di Lamongan.
"Baksos operasi katarak yang kami lakukan sejak tahun 2011 hingga 2015 ini telah mengoperasi 42.671 mata. Sudah dilaksanakan di 27 propinsi, 200 kota/kabupaten dan di 216 rumah sakit/klinik di Indonesia," tambahnya.
(fat/fat)











































