Tradisi rutin ini digelar sekaligus untuk acara selamatan desa. Kirab Jodang yang berisi sesajen itu dimulai dari rumah kepala desa dan diarak menuju balai desa dengan jarak tempuh sekitar 1 Km.
Warga merayakan dengan suka cita. Warga menilai Kirab Jodang ini sebagai bentuk rasa syukur dan keberkahan hasil bumi yang dihasilkan penduduk desa yang dihuni 700 KK itu.
Kirab jodang yang berisi sesajen seperti kemenyan, bunga 7 rupa, hasil bumi, air 7 sumur, daging, ikan laut, dan lainnya.
Menurut Maksun, salah satu warga jika Kirab Jodang itu sudah dilakukan sejak dahulu secara turun temurun di desanya.
"Ini selametan desa, sekaligus merayakan 1 Muharram 1437 Hijriyah, jadi kami sengaja mereyakan ini seperti yang telah dilakukan sebelumnya sejak dahulu," kata Maksun, Rabu (14/10/2015).
Kepala Desa Krejengan Nurul Huda, mengatakan bahwa tradisi yang masih dipertahankan warga ini merupakan salah satu bentuk rasa syukur karena hasil tani dan nikmat yang telah diberikan Tuhan YME.
Ia mengakui, tradisi ini sempat terhenti selama 5 tahun. Namun, kali ini warga kembali menggelarnya agar kearifan lokal tetap terjaga hingga kapanpun.
"Semoga semua ini mendapat barokah dari 1 Muharram di tahun ini," kata Nurul Huda usai kirab. (ugik/ugik)











































