Rumah yang hanya dihuni bersama Aida Rofiqoh (37) isterinya itu, hancur pada bagian depan dan ruang tamu rumah. Wargapun langsung berdatangan ke rumah korban, karena kerasnya bunyi ledakan bondet.
"Empat hari yang lalu saya mendapat teror melalui telepon, saya tidak tahu itu siapa. Dia tanya masalah tanah sengketa itu, tapi saya santai saja tidak terlalu dipikirkan. Eh, ternyata ada dampaknya juga," jelas Fathurahman.
Menurut Fathurahman, sejak dirinya masih aktif menjadi Kades dalam dua periode lalu, banyak warga yang meminta tolong masalah hukum perdata tentang sengketa tanah.
"Ledakannya sangat keras mas, dan bondetnya sengaja ditaruh di depan pintu utama. Rumah saya sampai bangunannya retak, kaca dan kusen serta plafon hancur. Radius ledakan ini cukup jauh, karena saudara saya yang berjarak 3 km mendengar ledakan ini," ujar Fathurahman.
Fathurohman menambahkan, selama sebulan ini di desanya, sudah terjadi dua kali ledakan bondet dengan kasus yang sama, yaitu masalah sengketa tanah.
Terpisah Kapolsek Gading AKP Suwarta mengatakan kasus tersebut masih dalam penyelidikan. "Masih dalam penyelidikan mas," kata Suwarta singkat saat ditemui detikcom di kantornya. (bdh/bdh)










































