Warga merasa geram dengan polusi udara yang diakibatkan oleh penambangan batu kapur yang berlokasi di Gunung Pegat, Desa Gajah, Kecamatan Baureno, Bojonegoro.
Ratusan warga Desa Karang Kembang, Babat yang mengatasnamakan Persatuan Pemuda Peduli Lingkungan (P3L) ini mendatangi lokasi penambangan batu kapur yang masuk dalam wilayah Kecamatan Baureno, Bojonegoro tersebut. Mereka sempat menduduki lokasi penambangan tersebut agar tuntutan mereka didengar oleh perusahaan penambangan.
Salah seorang warga Karang Kembang, Husni Mubarok kepada wartawan mengatakan, mereka tidak menolak penambangan batu kapur yang berada di wilayah perbatasan antara Kecamatan Babat, Lamongan dengan Kecamatan Baureno, Bojonegoro. Namun mereka tidak ingin polusi udara yang ditimbulkan oleh penambangan batu kapur tersebut bertambah parah.
"Aksi ini kami lakukan karena saking marahnya dengan polusi yang ditimbulkan oleh penambangan," kata Husni Mubarok, di lokasi unjuk rasa, Minggu (11/10/2015).
Selain sempat menduduki lokasi penambangan, warga Desa Karang Kembang juga berorasi dan membentangkan poster-poster yang berisi tuntutan warga.
Warga sebenarnya, kata Husni, sudah menempuh jalur kekeluargaan agar tuntutan mereka didengar namun tidak membuahkan hasil. "Kita sudah berkoordinasi dengan kepala desa Gajah dan juga menggelar audensi dengan PT Wirabumi selaku penambang," terang Husni.
![]() |
Dampak penambangan batu kapur di Gunung Pegat, Desa Gajah, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, menimbulkan polusi udara yang cukup parah, sehingga menyebabkan sejumlah warga Desa Karang Kembang, Kecamatan Babat, Lamongan terserang penyakit.
Polusi udara akut membuat warga terutama anak-anak terkena penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan batuk-batuk. "Kalau sejauh ini masih saluran pernafasan terganggu, meski tidak terlalu parah," tutur Wakil Ketua Persatuan Pemuda Peduli Lingkungan (P3L), Husni.
Tak hanya penyakit ISPA, lanjut Husni, beberapa warga juga mengalami batu-batuk dan sakit mata akibat debu. Penderita warga kian bertambah, pasalnya debu tidak hanya menyerang penduduk sekitar, tetapi rumah warga yang dilalui truk-truk pengangkut batu kapur juga terpapar debu.
"Rumah di sepanjang jalan sudah putih semua, bahkan debu masuk ke dalam. Rumah yang tidak ada plafonnya lebih parah," tandasnya. (bdh/bdh)

