Lima bocah yang rata-ta berusia 12 tahun itu semuanya berasal dari Desa Kemuning Lor – Arjasa. Saat berita ini ditulis, Jumat (9/10/2015) pukul 20.00 WIB, 3 korban kondisinya mulai membaik, dan 2 lainnya masih kritis.
Menurut Kanit Reskrim Polsek Arjasa Aiptu Galuh, peristiwa itu diketahui guru yang hendak mengajak siswanya olah raga, Jumat (9/10/2015) pukul 07.00 WIB. Saat itu, dua siswa langsung lemas dan terjatuh.
"Kemudian disusul satu siswa dan berikutnya dua siswa yang lain," kata Galuh di Mapolsek Arjasa.
Melihat keganjilan atas kejadian itu, pihak guru langsung mengubungi polisi. "Sebelum polisi datang, korban sudah dibawa ke Mantri Perkebunan untuk diperiksa kesehatannya. Namun karena kondisinya kritis, kelima siswa ini dilarikan ke RSD dr Soebandi," sambung Galuh.
Dari lokasi, pihaknya mengamankan sebotol minuman berisi cairan yang diduga kuat miras oplosan. "Ada informasi, miras oplosan itu diracik sendiri yang terdiri dari bunga Kecubung, yang direbus dengan minuman energi kuku bima, hemaviton dan paracetamol. Kemudian dimasukkan ke dalam botol minuman Big Cola," papar Galuh.
Sejauh ini, pihaknya masih menyelidiki kasus ini. "Kita menunggu korban kondisinya sehat untuk kita mintai keterangan," pungkas Galuh. Pantauan wartawan ini, dua korban yang kritis di RSD dr Soebandi, tangan dan kakinya diikat karena terus meronta-ronta diluar kendali. (bdh/bdh)











































