BKSDA Usulkan Posko Kesehatan Permanen di Gunung Ijen

BKSDA Usulkan Posko Kesehatan Permanen di Gunung Ijen

Putri Akmal - detikNews
Jumat, 09 Okt 2015 16:45 WIB
Banyuwangi - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah V Banyuwangi mengusulkan segera disediakannya fasilitas pelayanan posko kesehatan permanen di kawasan kaki Gunung Ijen.

Usulan yang ditujukan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur ini bersifat mendesak, lantaran tak sedikit wisatawan yang kelelahan atau sakit, ketika melakukan pendakian merasa kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan.

Lokasi puskesmas yang jauh menyebabkan keterlambatan pada penanganan medis. Tak jarang nyawa wisatawan menjadi taruhan dan seringkali berujung pada kematian.

"Posko kesehatan yang permanen ini harus segera disiapkan, kita usulkan ke BKSDA Jatim selaku atasan kami di Surabaya," ujar Kepala Seksi BKSDA Wilayah V Banyuwangi, Pujiadi pada detikcom, Jumat (9/10/2015).

Posko kesehatan di kawasan kaki Gunung Ijen, sambung Pujiadi, biasanya hanya disediakan saat ada moment atau gelaran kegiatan tertentu di kawasannya dan bersifat sementara. Meski penyediaan posko fasilitas kesehatan sejatinya bukanlah menjadi tupoksi lembaganya, pihaknya secara inisiatif tergerak mengajukan fasilitas kesehatan tersebut.

Terlebih lagi tidak ada aturan yang dilanggar olehnya jika posko pelayanan itu dibangun di kawasan Gunung Ijen. Apalagi saat ini Gunung Ijen masuk dalam area Taman Wisata Nasional yang ramai di padati pengunjung baik dari dalam dan luar negeri.

"Ijen sekarang milik publik, tidak masalah jika didirikan posko kesehatan permanen di wilayah Taman Wisata Alam Gunung Ijen ini," imbuhnya.

Selain mengusulkan posko kesehatan permanen pada Balai Besar KSDA Jatim, ia juga segera menggandeng Forpimka dan Forpimda Banyuwangi untuk ikut terlibat dalam penyediaan posko pelayanan kesehatan. Tak hanya itu, pihak BKSDA dan Polsek Licin juga tak bosan lakukan sosialisasi dan imbauan agar wisatawan yang tidak sehat, memiliki riwayat sakit dan berbagai kondisi tertentu lainnya supaya mengukur kekuatan fisik sebelum mendaki Gunung Ijen. Hal itu dilakukan agar wisatawan bisa nyaman saat liburan dan tak muncul korban jiwa ketika pendakian berlangsung.

"Spanduk spanduk imbauan dan sosialisasi sudah kita upayakan ke wisatawan. Ini juga sebagai warning supaya wisatawan bisa mengukur kemampuan diri sebelum mendaki Ijen," pungkasnya. (bdh/bdh)
Berita Terkait