Beruntung saat aksi anarkis, petugas segera turun ke lokasi kejadian. Selanjutnya, Samukri yang kondisinya sudah babak belur, diamankan di Mapolsek Rambipuji. Namun karena massa semakin banyak, Samukri diamankan di Mapolres Jember.
Sementara Samukri membantah keras dirinya melakukan pencabulan terhadap anak tirinya yang berusia 16 tahun. "Sumpah pak saya tidak melakukan (pencabulan) itu. Itu hanya akal-akalan dia kepada saya karena tidak suka saya menikahi ibunya," kata Samukri kepada polisi, Selasa (6/10/2015).
Kasat Reskrim Polres Jember AKP Agus Supriyanto, mengaku masih menyelidiki kasus ini. "Memang infonya Samukri dimassa karena diduga mencabuli anak tirinya. Namun kita masih selidiki soal itu," kata AKP Agus.
Agus menjelaskan pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap korban. Namun sampai saat ini yang bersangkutan belum memenuhi panggilan tersebut.
"Yang jelas soal dugaan pencabulan itu sebelumnya belum pernah dilaporkan ke polisi. Tiba-tiba saja semalam sudah terjadi aksi amuk massa," pungkasnya. (fat/fat)











































