Ini Penampakan Rumah dan Bangunan Tertabrak Kereta Anjlok

Ini Penampakan Rumah dan Bangunan Tertabrak Kereta Anjlok

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Sabtu, 03 Okt 2015 10:50 WIB
Ini Penampakan Rumah dan Bangunan Tertabrak Kereta Anjlok
Foto: Imam Wahyudiyanta
Surabaya - Sejumlah rumah dan bangunan menjadi korban anjloknya kereta barang di Dupak Magersari. Rumah dan bangunan tersebut rusak, hancur dan ambruk.

Setidaknya ada tujuh bangunan (Sebelumnya empat bangunan), yang rusak akibat anjloknya kereta barang yang membawa 30 rangkaian kontainer. Tujuh bangunan itu adalah balai RW, sekolah dan lima rumah. Berikut penampakan rusaknya rumah dan bangunan tersebut.

Dari pengamatan detikcom, Sabtu (3/9/2015), bangunan pertama yang tertabrak kereta barang adalah balai RW 9. Bagian depan balai RW hancur hingga ke atapnya. Di samping balai RW adalah rumah milik Asmadi yang bagian depannya juga rusak dan hancur.

Selanjutnya adalah TK Wachid Hasyim dan SD Uswatun Hasanah. Kereta tidak sampai merusak bangunan sekolah namun hanya merusak pagar sekolah. Kerusakan parah dialami empat rumah yang ada di samping sekolah.

Keempat rumah itu adalah milik Sadijah (Umi Saluki), Munif, Mat Boi dan Wafir. Rumah mereka hancur dan rusak. Bahkan Umi Saluki tewas terseret kereta. Saat itu Umi hendak memasak di dapurnya. Umi adalah seorang penjual rujak cingur.

Malam itu Umi hendak membuat lontong dan merebus cingur. Tiba-tiba Umi mendengar suara keras dan tanah bergetar. Umi keluar ruamh. Dan saat keluar rumah itulah tubuh Umi tertabrak kereta. Tubuh Umi terseret dan hingga kini sebagian tubuhnya masih tercerai berai. Sebagian anggota tubuh Umi belum ditemukan dan tertimbun diantara reruntuhan. Namun jenazah Umi sudah dimakamkan.

Pemilik rumah lain sempat menceritakan malam yang mencekam tersebut. Saat itu Sri Rahayu, istri Munif belum tidur. Tiba-tiba dia mendengar suara keras dari arah luar.

"Saya membuka pintu, tapi suara makin keras, saya menutup pintu lagi. Tiba-tiba rumah saya bergetar," ujar Rahayu.

Rahayu kaget dan gemetar saat melihat rumahnya hancur tertabrak gerbong kereta. Dia segera berlari ke anaknya dan suaminya yang kebetulan berada di bagian samping rumah.

"Kaki saya lecet, anak saya juga lecet. Tapi untunglah kami selamat," ujar Rahayu.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini