Pengiriman Sabu Impor 4,1 Kg asal Cina Diotaki Napi

Pengiriman Sabu Impor 4,1 Kg asal Cina Diotaki Napi

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Kamis, 01 Okt 2015 17:01 WIB
Pengiriman Sabu Impor 4,1 Kg asal Cina Diotaki Napi
Foto: Imam Wahyudiyanta
Surabaya - Pengiriman sabu impor 4,1 kg asal Cina melibatkan seorang narapidana (napi). Napi tersebut mendekam di Lapas Pamekasan. Pengiriman sabu sudah dilakukan sejak Juli 2015 lalu.

Untuk sementara polisi belum bisa menyebutkan identitas napi yang mengotaki kasus tersebut. Sementara Sucipto, tersangka yang diamankan, adalah tangan kanan napi tersebut.

"Jaringan sabu ini selain melibatkan WN Cina, juga melibatkan WN Nigeria," kata  Kabid Pemberantasan BNNP Jatim AKBP Bagijo Hadi Kurnijanto kepada wartawan, Kamis (1/9/2015).

Bagijo menerangkan, napi tersebut tidak langsung memesan sabu dari Cina. Tetapi dia menghubungi temannya dulu yakni WN Nigeria. WNI Nigeria itulah yang menghubungi WN Cina untuk menyediakan sabu yang hendak dikirim ke napi tersebut.

Setelah disanggupi, selanjutnya adalah tugas Sucipto. Sucipto menerima barang haram itu dan menjualnya. Sebelum tertangkap, pria 39 tahun itu sudah menerima kiriman sabu sebanyak 20 kg.

Pengiriman pertama dan terbanyak dilakukan pada Juli 2015 lalu. Saat itu Sucipto menerima 8 kg sabu. Selanjutnya pada Agustus 2015, warga Jalan Dupak itu menerima 7 kg sabu.

Pada awal September, Sucipto menerima kiriman 1 kg sabu. Dan pada 29 September 2015 kemarin, Sucipto menerima kiriman 4,1 kg sabu. Namun itu adalah kiriman terakhirnya. Aksi Sucipto terendus dan dia ditangkap.

"Sabu itu dijual ke sejumlah daerah, tetapi mayoritas di Surabaya," lanjut Bagijo.

Sucipto sendiri merupakan seorang residivis. Tetapi dia residivis bukan kasus narkoba melainkan kasus pembunuhan. Dia masuk ke penjara pada 2007.

"kami duga tersangka sudah lama terlibat kasus narkoba. Buktinya dia baru tertangkap setelah empat kali pengiriman. Mungkin saja dia udah pernah main sebelumnya, meski levelnya kecil," tandas Bagijo. (fat/fat)
Berita Terkait