Kalapas Kelas IIA Sidoarjo, M Kurnia, mengaku aksi itu dilakukan David sekitar pukul 08.00 WIB saat jam makan pagi.
"Untungnya seketika itu juga petugas lapas memergokinya," kata Kurnia di ruangannya, Selasa (29/9/2015).
Aksi nekad David, jelas Kurnia, membuatnya mengalami luka-luka di tangan dan kaki. "Kawat duri lapas tingginya 5 meter, sementara dia baru manjat sampai 2 meter. Karena yang dipanjat itu kawat duri, maka kaki dan tangannya luka," ujarnya.
Aksi nekad David diduga karena kondisi kejiwaannya lagi bermasalah. "Sejak enam bulan terakhir ada gejala gila. Karena gila itu penghuni lapas banyak yang menggodanya. Terakhir, ada masalah dengan napi lain gara-gara tidak dikasih rokok," tambahnya.
Saat ini petugas lapas menempatkan David di ruang isolasi. "Sembari kita tempatkan di ruang isolasi, pemeriksaan kejiwan yang bersangkutan tetap kita jalankan," katanya.
David tercatat masuk lapas sejak 2013 dan akan bebas dari Juni 2016 mendatang. (fat/fat)










































