Dua unit Ship to Shore (STS) Crane diperuntukkan bagi Terminal Nilam. Sementara dua unit Grab Ship Unloader (GSU) di Terminal Teluk Lamong.
"STS yang baru ini mempunyai kecepatan angkut yang lebih banyak dari STS yang lama." kata General Manager Pelindo cabang Tanjung Perak Eko Harijadi Budijanto kepada wartawan saat meninjau STS yang baru di Dermaga Nilam Timur, Jumat (25/9/2015).
STS yang baru, kata Eko, mempunyai kecepatan angkut 35 box per crane per hour. Sementara STS yang lama hanya mempunyai kecepatan angkut 25 box pr crane per hour. STS yang baru ini juga mempunyai keunggulan lain yakni menggunakan listrik.
"Yang lama masih pakai solar, tapi ke depannya mesinnya akan direfurbish sehingga tenaganya menggunakan listrik juga," ujar Eko.
Penggunaan listrik, kata Eko, tidak menjadi masalah karena Pelindo III sudah mempunyai plant house berkapasitas 500 MW. Pada 2014, Nilam melayani 300 ribu peti kemas per tahun. Dan diharapkan pada tahun ini jumlah peti kemas yang dilayani bisa melebihi capaian pada tahun lalu.
"Target kami di Pelabuhan Tanjung Perak adalah zero dwelling time. Pada terminal intenasional sudah tercapai, tetapi pada domestik belum. Kmai targetkan awal 2016 sudah zero waiting time," lanjut Eko.
Sementara itu, GSU yang ada di Teluk Lamong mempunyai kemampuan 2.000 ton per jam. Dengan mengoperasikan dua GSU mala keduanya akan didapat kemampuan operasi hingga 4.000 ton per jam.
"Pelayanan kecepatan bongkar muat curah kering terus ditingkatkan, sehingga sejalan dengan proyeksi Terminal Teluk Lamong untuk mencapai target produksi lima juta ton per tahun," ungkap Eko.
Pelindo juga melakukan strategi relokasi peralatan yakni dengan perpindahan peralatan antar pelabuhan yang membutuhkan. Satu STS Crane dari Pelabuhan Tanjung Perak akan direlokasi ke Pelabuhan Tenau Kupang, NTT. Serta di Pulau Kalimantan, ada dua STS Crane dari Pelabuhan Banjarmasin yang akan direlokasi ke Pelabuhan Bagendang, Sampit.
Strategi relokasi peratalan dapat memastikan pelabuhan cabang untuk mengimbangi kinerja pelabuhan utama, sehingga dapat mendukung kegiatan perekonomian daerah setempat. (iwd/iwd)











































