Ketua DPD REI Jatim, Totok Lusida mengatakan, pembangunan underpass ini bisa menjawab kritikan warga Surabaya yang selama ini menganggap kemacetan di bundaran Satelit disebabkan banyaknya pembangunan perumahan yang dilakukan pengembang, sehingga meningkatkan intensitas kendaraan.
"Dengan terurainya kemacetan secara ekonomi meningkat. Masyarakat selama ini yang dengar macetnya Mayjen Sungkono-HR Muhammad ngomelnya ke pengembang. Dengan sumbangsih ini kita bisa menjawab sekaligus berpartisipasi membangun dan mengurai kemacetan," ujar Totok Lusida usai peletakan batu pertama di bundaran yang dilakukan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Jumat (25/9/2015).
Totok menegaskan, total pembiayaan underpass 600 meter di Bundaran Satelit sebesar Rp 72 miliar.
Wali Kota Tri Rismaharini dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas sumbangsih para pengembang yang sudah men-takeover proyek underpass dengan melakukan pembiayaan penuh.
"Atas nama warga kota surabaya dan Pemkot mengucapkan terima kasih pada DPD REI yang membantu penyiapan underpass," katanya saat memberikan sambutan.
Selain itu, anggaran sebesar Rp 56 miliar untuk proyek underpass akan dialokasikan untuk proyek lain yakni pembebasan lahan untuk proyek forntage road di Jalan Ahmad Yani.
"Alhamdulillah proyek di Ahmad Yani dengan kita alihkan anggaran underpass pembebasan disana sudah selesai. Sekali lagi terima kasih," imbuhnya.
Risma juga berharap, jelang masa kepemimpinannya ingin meninggalkan dan memberikan warisan yang terbaik dan berguna bagi warga Surabaya.
Namun, ia berjanji jika terpilih lagi dalam Pilkada Surabaya, Risma ingin terlibat dalam disain Jembatan yang ada diatas underpass dengan sentuhan arsitektur yang dimilikinya.
"Insya Allah apa yang bapak ibu berikan akan berdampak positif bagi anak cucu kita semua. Kalau saya terpilih saya akan mantau disain atasnya, kalupun tidak terpilih tetap boleh kan jadi arsitek risma," tutupnya sambil tertawa diikuti tepuk tangan para undangan. (bdh/bdh)











































