Puluhan jamaah ini berpedoman pada kitab Mujarobah atau kitab Jawa kuno. Mereka berkeyakinan hari raya Idul Adha jatuh pada hari ini. Aboge sendiri diambil dari dua suku kata, A dan Boge, A berarti tahun Alif, sedangkan Boge berarti Rabu wage.
Menurut Santi, salah satu jamaah Aboge, untuk tahun ini, perhitungan lebaran Aboge adalah Japatji, hari ke papat atau empat, pasaran siji, atau satu, jadi hari raya Idul Adha 1436 hijriah jatuh pada hari Jumat pahing.
"Salat Id hari ini, hampir setiap tahun pasti berbeda sama pemerintah," kata Santi kepada wartawan di lokasi.
Menurut Ustadz Buri Bariyah, tokoh Aboge setempat, perhitungan Aboge tidak selalu sama dengan perhitungan pemerintah yang jatuh pada hari Kamis (24/9).
"Hitungan Idul Adha 1436 H, Japaji hitungan empat tanggal siji. Aboge salat Idul Adha hari Jumat pahing, memang selisih 1 hari sama pemerintah semenjak dahulu," tuturnya
Di Probolinggo, jamaah Aboge berada di 7 desa di 4 kecamatan. Diantaranya Kecamatan Leces, Dringu, Bantaran dan Kuripan.
(bdh/bdh)











































