Dengan iringan musik hadrah, sapi yang pernah menjuarai kontes ternak di Kabupaten Situbondo itu juga diarak keliling Desa Talkandang Kecamatan Situbondo.
Pengamatan detikcom menyebutkan, hewan kurban jumbo itu memang cukup menarik perhatian warga. Tak hanya dirias ala pengantin, sapi jantan jenis simental itu juga diberi wewangian dan dikalungi bunga melati. Bahkan, di bagian dua tanduknya juga terpasang masing-masing 2 buah gelang emas. Selama dibawa keliling Desa Talkandang, sapi jumbo itu diarak oleh puluhan warga dengan iringan musik hadrah.
"Ini semata-mata untuk mensyiarkan Agama Islam melalui perayaan Hari Raya Idul Adha. Kami ingin berbagi, khususnya dengan warga miskin dan anak yatim yang ada di pinggiran kota ini," kata H Muhammad, pemilik sapi jumbo.
Menurut pria pengusaha ini, hewan kurban miliknya sengaja dirias dan diberi wewangian. Hal itu dilakukan karena mengikuti jejak Nabi Ibrahim ketika mendapatkan perintah dari Allah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail. Saat itu, sesaat sebelum berangkat menuju tempat penyembelihan, Nabi Ismail juga dihias dan diberi wewangian oleh ibunya, Siti Hajar.
"Nabi Ismail juga dihias, dikasih bedak dan wewangian. Tapi akhirnya diganti dengan kambing dari surga oleh Allah. Nah, ini saya lakukan karena mengikuti jejak para nabi," tandasnya.
Tidak hanya sapi jumbo saja, saat bersamaan H Muhammad juga menyiapkan satu ekor sapi lain dan 6 ekor kambing untuk disembelih sebagai hewan kurban. Sama dengan sapi jumbo, semua hewan kurban itu juga dirias, diberi wewangian, dan dikalungi dengan bunga melati. (bdh/bdh)











































