Menteri Jonan Minta Komitmen Pemkot Surabaya Subsidi Tiket Trem

Menteri Jonan Minta Komitmen Pemkot Surabaya Subsidi Tiket Trem

Zainal Effendi - detikNews
Rabu, 23 Sep 2015 14:36 WIB
Menteri Jonan Minta Komitmen Pemkot Surabaya Subsidi Tiket Trem
Foto: Dokumen bapeko pemkot surabaya
Surabaya - Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan mengingatkan Pemkot Surabaya terkait harga tiket trem saat beroperasi. Apakah disubsidi atau tidak disubsidi.

"Selain sosialisasi, yang terpenting juga adalah komitmen subsidi. Kalau ingin murah ya di subsidi, kalau ingin tiketnya mahal ya tidak usah di subsidi," katanya usai Penandatanganan Kerjasama (PKS) antara Kemenhub, Pemkot dan PT KAI Balai Kota Surabaya, Rabu (23/9/2015).

Jonan memperkirakan, harga tiket trem paling mahal jika tidak disubsidi antara Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu.

"Kalau kereta sudah jadi, saya kira Pemkot Surabaya menyediakan subisidi. Kalau mau tarifnya murah ya disubsidi, kalau mahal ya tidak usah subsidi," imbuhnya.

Menanggapi subsisi tiket trem, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memilih menunggu perhitungan dari PT KAI.

"Yang hitung kan KAI berapa kebutuhan operasional trem nanti kan bisa dilihat untuk operasional trem. Mestinya lebih murah karena menggunakan APBN mestinya jauh lebih murah," ujar Risma.

Pengembangan angkutan trem akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama, pengembangan angkutan massal ini dimulai dari depo trem lama di Bumiharjo, Joyoboyo melewati Jl. Raya Darmo hingga ke utara sampai persimpangan Jl. Indrapura-Jl. Rajawali. Di sepanjang jalur tersebut akan dibangun titik-titik halte/shelter yang letaknya strategis dengan pusat kegiatan masyarakat metropolis. Selanjutnya, pada tahap kedua, rencana pengembangan trem ini akan diintegrasikan dengan Pelabuhan Tanjung Perak.

(fat/fat)
Berita Terkait