Sejak pagi tadi, ratusan korban lumpur dari dari Desa Siring, Jatirejo, Renokenonggo, Mindi dan Gedang, berdatangan menuju halaman samping masjid Nurul Azhar. Mereka tampak khusyuk saat Ustad Eko Asmanto memimpin salat.
"Pelaksanan salat Idul Adha ini selalu dilakukan sebelum ada musibah lumpur Lapindo itu muncul. Sampai saat ini terus melakukan sholat Id di halaman samping Masjid Nurul Azhar. Ini menjalin silaturohmi dengan bekas tetangga dulu yang kini sudah menyebar ke perbagai kota," kata Ketua Yayasan Nurul Azhar, Muhammad Masrul di lokasi.
Korban lumpur, jelas dia, yang sudah mendapatkan pembayaran sisa ganti rugi juga melakukan penyembelihan hewan korban dan dibagikan kepada warga yang kurang mampu,.
Masrul menambahkan, sampai saat ini di dalam Masjid Nurul Azhar masih ada beberapa santri yang tinggal. Namun meski kawasan tersebut tercatat wilayah di luar areal peta terdampak korban lumpur, hingga kini belum mendapatkan ganti rugi.
"Ini memang fasilitas Umum (fasum), namun fasum ini milik yayasan bukan milik pemerintah. Kami harapkan agar pemerintah pusat memperhatikan nasib kami, dan untuk segera dilakukan pembayaran," jelasnya. (fat/fat)










































