Tiga Tumpeng Buah Disajikan Peringati Hari Badak se-Dunia

Tiga Tumpeng Buah Disajikan Peringati Hari Badak se-Dunia

Muhajir Arifin - detikNews
Selasa, 22 Sep 2015 14:41 WIB
Tiga Tumpeng Buah Disajikan Peringati Hari Badak se-Dunia
Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Tiga tumpeng buah disajikan ke tiga ekor badak putih (Ceratotheriumsimum) yang ada di Taman Safari Indonesia (TSI) Prigen, Pasuruan. Sebelum tumpeng diantar keeper ke tempat makan hewan bercula asli Afrika, doa bersama terlebih dulu dipanjatkan. Doa yang dipimpin seorang ustad berlangsung hikmad.

Saat diberikan, tiga ekor badak yang ada langsung menyantap tumpeng yang didesain menyerupai hewan bercula tersebut. Hari Badak se dunia ini sengaja diperingati secara sederhana di TSI Prigen. Selain diikuti para keeper, peringatan ini dihadiri seluruh staf hingga direktur.

"Badak putih ini spesies asli Afrika yang terancam punah. Di TSI ini kita punya 3 ekor badak putih, masing-masing dua jantan Hans berusia 30 tahun dan Zuri berumur 13 tahun serta betina Wini yang berusia 15 tahun," kata Direktur TSI Prigen, I Ketut Gunarta, di lokasi, Selasa (22/9/2015).

TSI sebagai lembaga konservasi, kata Gunarta, selama ini berusaha keras mengembangbiakkan badak putih yang mereka miliki dengan cara mengupayakan perkawinan. Namun hingga saat ini, usaha tersebut belum membuahkan hasil.

"Kita terus upayakan mengembangbiakkan karena ini hewan hampir punah. Dengan acara ini kita berharap semoga upaya itu berhasil. Melalui acara ini kita harapkan manusia semakin sadar bahwa tidak ada alasan memburu badak. Cula yang diyakini berkhasiat obat ternyata secara medis sama seperti kuku manusia," jelasnya.

Nanang Tedjo, dokter hewan TSI mengungkapkan, di alam liar idealnya harus ada satu dua betina untuk setiap pejantan agar meningkatkan kemungkinan kawin. Ia berharap dalam waktu dekat segera bisa mendatangkan badak betina dari Taman Safari Cisarua Bogor.

"Di Bogor, mereka bisa kawin. Salah satu anakannya akan kita datangkan ke sini," jelasnya.

Nanang mengatakan, kesulitan terbesar dalam upaya mengawinkan badak yakni karena si betina tidak memiliki birahi yang besar sehingga saat didekati pejantan perkawinan susah terjadi. "Si betina kurang bergairah, birahinya belum pada puncak," jelasnya.

Nanang mengatakan lebih dari 250 spesies satwa milik TSI Prigen mampu berkembangbiak dengan baik. Bahkan populasi rusa di lokasi ini melimpah.

Untuk diketahui selain badak putih yang populasinya terus berkurang karena perburuan, badak Jawa dan badak Sumatera juga mengalami nasib serupa. Di Indonesia badak Jawa hanya menyisahkan sekitar 55 ekor yang bisa ditemui di Taman Nasional Ujung Kulon, sedangkan badak Sumatera sekitar 200 ekor di Sumatera bagian utara dan selatan.

(fat/fat)
Berita Terkait