10 Burung Langka asal Papua Dititipkan ke BBKSDA Jatim

10 Burung Langka asal Papua Dititipkan ke BBKSDA Jatim

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 21 Sep 2015 09:52 WIB
10 Burung Langka asal Papua Dititipkan ke BBKSDA Jatim
File: detikcom
Mojokerto - Lantaran tak memiliki fasilitas perawatan memadai, Polhut wilayah 9 Mojokerto menitipkan 10 burung langka asal Papua ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim.

Pihak Polhut khawatir, satwa-satwa langka yang disita dari warga Pacet, Mojokerto itu akan mati jika tak mendapat perawatan yang memadai.

"Kami khawatir kalau dibiarkan disini rentan mati, soalnya kami tidak memiliki fasilitas yang memadai. Untuk itu, kemarin (20/9) semuanya (burung langka) kami kirim ke BBKSDA Jatim," kata Kepala Polisi Kehutanan Resort Wilayah 9 Mojokerto, Eko Setyo Budi saat dihubungi detikcom, Senin (21/9/2015).

Sebanyak 10 ekor satwa langka dilindungi itu, 8 ekor diantaranya disita Polhut dari warga Desa Sajen, Kecamatan Pacet berinisial Y (30), Jumat (18/9).

Antara lain, 2 ekor Kakatua Jambul Kuning (Cacatua Galerita), 2 ekor Burung Bayan (Lorius Roratus), 3 ekor Nuri Merah Kepala Hitam (Lorius Domicellus), serta seekor Burung Cendrawasih (Paradiseidae) yang sudah diawetkan. Sedangkan 2 ekor Kakatua Raja (Probosciger Aterrimus) diterima petugas dari warga Mojosari, Mojokerto.

Lebih jauh Eko menjelaskan, penitipan 10 ekor satwa langka asal Papua ke BBKSDA Jatim bersifat sementara. Khusus 9 ekor burung yang masih hidup itu, menurut dia akan dirawat secara khusus oleh petugas BBKSDA.

"Di BBKSDA juga hanya sementara. Kira-kira 4-7 hari akan dititipkan ke lembaga konservasi yang memiliki fasilitas perawatan yang memadai. Salah satu lembaga konservasi yang paling dekat Maharani Show di Lamongan," imbuhnya.

Pihaknya, jelas Eko, berjanji akan mengembalikan burung-burung langka itu ke habitat aslinya setelah proses hukum selesai. "Kalau proses hukum sudah selesai pasti akan kami kembalikan ke habitat aslinya di Papua," tandasnya.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini