"Saya berangkat dari rumah pukul 06.00 WIB. Kejebak macet di (Jembatan) Branjangan pukul 06.30 WIB," keluh Yoga salah satu warga Gresik yang bekerja di Surabaya kepada detikcom, Senin (20/9/2015).
Yoga mengaku cukup lama terjebak kemacetan. Motor yang dia kendarai sama sekali tidak bergerak hingga lebih dari satu jam. Dia dan seluruh pengendara motor lain terpapar panasnya matahari dan deru mesin.
Akibat macet parah di Jembatan Branjangan, pria 34 tahun ini pun terlambat ke kantor. "Saya tiba di kantor pukul 08.30 WIB," ujar karyawan salah satu bank swasta ini.
Keluhan serupa juga diutarakan warga Surabaya yang bekerja di Gresik. Akibat kemacetan itu, janji dengan klien pun terpaksa ditunda dan dibatalkan.
"Saya berangkat dari rumah pukul 07.30 WIB. Sampai pukul 09.00 WIB masih terjebak macet di (Jembatan) Branjangan. Janji dengan konsumen ada yang batal," ujar Hendri, warga Jalan Indrapura yang bekerja di perusahaan leasing di Gresik.
Kasat Lantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Yusis Budi membenarkan adanya kemacetan parah tersebut. Diakui Yusis bahwa truk yang mogok di atas jembatan memang menjadi penyebab macet tersebut.
"Truknya sudah kami evakuasi pukul 07.00 WIB, tetapi volume arus kendaraan yang tinggi membuat ruas jalan menjadi macet," ujar Yusis.
Agar macet tak bertambah parah, Yusis membelokkan truk agar menggunakan jalan tol. "Hingga pukul 09.15 WIB, arus sudah mulai mencair, kami terus melakukan pencairan," kata Yusis. (fat/fat)











































