Informasi yang dihimpun detikcom di lapangan, laka tunggal Avanza bernopol W 1731 PK dikemudikan Putra Dwi Mutaqin (20) asal Surabya, ini melintas dengan kecepatan tinggi, dari Situbondo menuju Surabaya. Ke 6 penumpang itu baru pulang dari tempat wisata di Bondowoso.
Menurut Alfan, salah satu saksi mata, mobil yang melaju kencang itu tiba-tiba kehilangan kendali saat mencoba melewati tikungan menurun di area PLTU Paiton. Mobil menerobos pembatas jalan dan menghantam pohon, sebelum akhirnya terguling.
"Sepertinya mobil hilang kendali, karena dari arah timur sangat cepat dan zig-zag seperti terburu-buru, sebagian korban dari enam orang itu terjepit dan luka parah," ujar Alfan.
Sementara, menurut penuturan salah satu penumpang Adimas Andra (21) yang juga asal Surabaya, kecelakaan itu dipicu kepanikan sopir yang ingin putar balik, saat mengetahui di depan mereka terdapat razia kendaraan oleh kepolisian Satlantas Polres Probolinggo.
"Saya sudah memberi tahu kepada Putra, sebagai sopir untuk berhenti saja. Takut terjaring razai, malah dia tancap gas untuk menghindar dari razia," kata Adimas, di sela menjalani perawatan medis.
Akibat insiden ini, mobil ringsek dan tiga korban kritis. Ketiga korban kritis yakni Mohammad Armada, Ferri Kurniawan dan sopir Putra Dwi Muttaqin. Ketiganya mendapatkan perawatan intensif di ruang instlatasi gawat darurat RS Rizani Paiton. Sedangkan tiga penumpang lainnya hanya menderita luka memar dan luka gores akibat pecahan kaca. (bdh/bdh)










































