"Untung beliung" itu dirasakan M Isa Ansori, peternak sapi di Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. "Kalau bulan biasa paling 3-4 ekor sebulan, (menjelang) Idul Adha ini bisa mencapai 35 ekor," kata Isa di peternakannya, Minggu (20/9/2015).
Pria berambut plontos ini mengaku sapi simental dan limousin paling banyak dicari. Karena itu, ia menyediakan banyak jenis sapi tersebut menjelang hari kurban.
"Yang pesan saya mesti limousin dan simental. Karena untuk kurban butuh daging yang banyak," ungkap Isa.
Sapi-sapi bakalan dibeli saat usia 1,5 tahun. Begitu sampai di lokasi penggemukan, sapi tersebut diberikan makanan dan nutrisi khusus agar cepat gemuk. Ia menargetkan, sehari peningkatan berat badan setiap sapi mencapai 3 kilo gram.
"Beli bakalan usia 1,5 tahun, kita gemukkan sekitar 6 bulan sudah bisa dijual," katanya.
Meski laku keras, Isa mengaku tak serta merta menaikkan harga. Sebisa mungkin ia bertahan pada harga bisanya.
"Saya jualnya perkilo. Jadi timbang hidup. Itu lebih adil. Saat ini harganya Rp 82 ribu per kilo," kata dia.
Isa menjamin, sapi dari peternakannya dalam keadaan sehat saat dijual. Ia juga mempekerjakan seorang dokter untuk memastikan kesehatan sapi. (bdh/bdh)











































