Puluhan Ribu Polisi, TNI dan Linmas Amankan Pilkada Serentak di Jatim

Puluhan Ribu Polisi, TNI dan Linmas Amankan Pilkada Serentak di Jatim

Jajeli Rois - detikNews
Jumat, 18 Sep 2015 19:19 WIB
Surabaya - Pilkada di Jawa Timur akan digelar serentak di 18 daerah. Sebanyak 21.143 personel polisi, dibackup 6.210 personel TNI dan 86.949 orang Linmas akan melakukan pengamanan.

"Kita siap membantu Polri," kata Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Sumardi kepada wartawan usai seminar Pilkada Serentak di Hotel Inna Simpang Surabaya, Jumat (18/9/2015).

Dari 18 pilkada serentak di Jawa Timur, ada beberapa daerah yang perlu diwaspadai seperti di Kabupaten Sumenep. "Hambatannya di Sumenep itu banyak pulaunya, itu yang harus diwaspadai. Kalau sampai ada bencana memerlukan tentara, akan kita antar (logistik pilkada)," jelasnya.

Sementara itu, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Eddy Hariyanto mengatakan, untuk pengamanan dari kepolisian, sebanyak 21.143 dari Polda Jatim dan jajaran serta dibantu dari Brimob Mabes Polri sebanyak 900 personel.

"Selain dari TNI, kita juga dibantu dari Brimob Mabes Polri sebanyak 900 personel," kata Brigjen Pol Eddy.

Dari 21 ribu personel polisi, mereka terdiri dari 18 polres pelaksana daerah pilkada sebanyak 13.917 personel. 21 Polres pendukung 4170 personel. Brimob Polda Jatim 1500 personel. Brimob Mabes Polri 900 personel. Sabhara 225 personel. Unit pengurai massa 31 personel dan gabungan staf polda 400 personel.

Untuk pengamanan pilkada serentak ini membutuhkan anggaran sebesar Rp 64,9 miliar. Sedangkan anggaran tambahan kontijensi (masih dalam proses) untuk pengamanan disiapkan sekitar Rp 3,8 miliar.

Terkait kerawana di 18 daerah yang menggelar pilkada serentak, Eddy mengatakan yakni Kabupaten Sumenep dan Surabaya.

Jika dilihat dari kondisi alam, Sumenep masuk kategori rawan karena banyak pulau. "Pada saat distribusi logistik, tergantung dari cuaca. Tidak menutup kemungkinan keterlambatan sampai ke TPS-TPS dilihat dari kondisi cuacanya," tuturnya.

"Kalau kerawanan dilihat dari sosial politik, itu Kota Surabaya. Ya mudah-mudahan pada 24 September mendatang diharapkan ada 2 pasangan calon yang sah. Kalau memang lain situasinya, tentu kita melakukan langkah-langkah antisipasi," tandasnya. (roi/bdh)
Berita Terkait