Empat Warga Surabaya Tewas Setelah Pesta Miras Jenis Cukrik

Empat Warga Surabaya Tewas Setelah Pesta Miras Jenis Cukrik

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Rabu, 16 Sep 2015 19:43 WIB
Surabaya - Meski korban tewas akibat minuman keras (miras) sudah banyak bergelimpangan, namun masih saja ada yang tak kapok meminum minuman haram tersebut. Empat orang tewas setelah mereka pesta miras selama tiga hari di sebuah warung di Jalan Wonokusumo, Semampir.

"Dugaannya seperti itu karena sebelumnya mereka berpesta miras," kata Kanit Reskrim Polsek Semampir AKP Junaedi kepada detikcom, Rabu (16/9/2015).

Korban tewas adalah Wawan (35) warga Wonosari, Tamim (26) warga Kalianak, Tinggal (35), warga Wonokusumo dan M. Ramadhani (40) warga Wonokusumo Kidul. Junaedi menduga miras yang diminum para korban jenis cukrik.

Dalam kasus ini, polisi juga merasa kecolongan karena keluarga korban tidak ada yang melapor. Polisi baru mengetahui kasus ini saat korban keempat tewas. Junaedi mengatakan, berdasarkan data sementara, Sabtu (12/9) ada sekitar 10 orang berpesta miras jenis cukrik di warung kopi di Jalan Wonokusumo 41. Mereka terus minum hingga Senin (21/9)

"Mereka memang tidak minum terus selama tiga hari. Mereka beristirahat, kembali ke rumah. Tetapi mereka balik lagi ke warung untuk minum cukrik hingga tiga hari," ujar Junaedi.

Dan pada Senin malam, korban pertama, Wawan, tumbang. Keluarganya membawanya ke RS di Karang Tembok. Dari situ Wawan dirujuk ke RSU dr Soewandhi. Tetapi saat dirawat, Wawan tewas.

"Ternyata tak lama kemudian, korban kedua yakni Tamim juga tewas tak lama setelah Wawan tewas," lanjut Junaedi.

Korban ketiga yakni Tinggal diketahui tewas pada pagi hari ini. Dan pada siang hari sekitar pukul 14.00 WIB, giliran Ramadhani yang tubuhnya tak kuat menahan sakit akibat miras. Ramadhani juga tewas.

"Korban pertama hingga ketiga sudah dimakamkan oleh keluarganya. Sementara korban keempat belum. Kami akan lakukan autopsi untuk menemukan penyebab kematian yang lebih detil." jelas Junaedi.

Selain melakukan otopsi, Junaedi juga akan terus mencari saksi terkait kasus ini. Junaedi juga akan mencari barang bukti lain termasuk miras yang telah menewaskan keempat korban.

"Kami akan dalami kasus ini," tandas Junaedi.

Miras jenis cukrik selama ini telah membawa banyak korban tewas. Pada September 2013 di Surabaya, 14 orang tewas setelah menenggak cukrik. Pada Januari 2014, di Mojokerto, ada 17 orang tewas setelah mengonsumsi cukrik. Dan di bulan serta tahun yang sama seperti kasus Mojokerto, ada dua orang tewas di Surabaya, juga karena cukrik. (iwd/iwd)
Berita Terkait