Dari bagian hidung Mohammad Arisandi, bocah asal Desa Kilensari Kecamatan Panarukan, mendadak keluar seekor lintah berukuran sedang. Proses dikeluarkannya lintah dari hidung si bocah dilakukan tim medis RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo.
"Anak ini dibawa ke rumah sakit karena dari lubang hidungnya sering keluar darah. Semalam sampai nangis-nangis, tidak tahunya ada lintah ini. Untung tadi pagi lintahnya bisa dikeluarkan," kata Heryun, ibunda si bocah, Selasa (15/9/2015).
Yang mencengangkan, lintah itu diperkirakan sudah hampir satu bulanan ini bersarang di dalam rongga hidung si bocah Arisandi. Indikasinya, dalam sebulan terakhir si bocah itu sering mengalami mimisan. Setiap hari dari bagian hidungnya mengeluarkan darah. Sampai-sampai, si bocah jadi jarang masuk ke sekolah.
Kondisi itu karuan saja membuat orang tuanya, yakni pasangan Haeri dan Heryun jadi ketakutan. Mereka bahkan sempat beberapa kali memeriksakan Arisandi ke dokter.
"Tapi kata dokternya tidak ada penyakitnya. Hidung anak ini normal-normal saja. Padahal cucu saya sering mengeluh dalam hidungnya terasa geli. Saya semakin khawatir karena melihat kondisi cucu saya semakin kurus," timpal Zubaidah, nenek Arisandi.
Puncaknya terjadi Selasa dini hari. Saat itu, si bocah terus menangis karena merasakan ada yang berbeda dalam hidungnya. Saat itu, bagian ujung lintah sempat keluar hingga terlihat. Sayang, upaya mengeluarkan lintah dari dalam hidung si bocah gagal dilakukan keluarganya. Setiap hendak ditarik, lintah selalu berkerut dan masuk ke dalam rongga hidung Arisandi.
"Awalnya kami mengira itu bukan lintah, tapi ulat. Makanya terus dibawa ke rumah sakit. Pihak di rumah sempat tidak percaya. Tapi tiba-tiba lintah itu keluar sendiri, saat anak saya tidur tengkurap hingga langsung ditarik sama perawatnya," tutur Heryun.
Lintah itu diperkirakan masuk ke dalam hidung Arisandi sebulan yang lalu. Saat itu, si bocah ini memang sempat mandi di sungai dekat rumah kerabatnya di daerah Genteng Banyuwangi. Di sungai itu konon memang terkenal banyak lintahnya.
"Kalau di daerah sini tidak ada lintah begini. Makanya terus saya ingat-ingat, ternyata sebulan yang lalu kami memang main ke rumah saudara di Genteng Banyuwangi. Di sana anak saya sempat mandi di sungai yang banyak lintahnya," tandas Zubaidah lagi.
Sejak dikeluarkan dari lubang hidung Arisandi, hingga kini lintah tersebut masih dibiarkan hidup. Banyak tetangga yang berdatangan ingin melihat lintah tersebut. Benar saja, saat diletakkan di atas piring, lintah itu masih hidup dan sering bergerak-gerak. (fat/fat)











































