Seorang anggota Satpol PP perempuan Sendy Krisna (21) ditunjuk untuk mengajar Bahasa Inggris. Kelas khusus ini digelar setiap hari dengan peserta bergiliran setiap sore. Langkah awal, setiap anggota diminta memperkenalkan diri dengan berbahasa Inggris.
Kemampuan Bahasa Inggris dinilai Kasatpol PP Irvan Widiyanto wajib bagi anggotanya, apalagi menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN dan pelaksanaan UN Habitat yang digelar Juli di Surabaya.
Selain tugas utama menegakkan Perda, anggota Satpol juga kerap membantu wisatawan asing yang berkunjung ke Surabaya. Sehingga Bahasa Inggris sangat diperlukan.
"Setidaknya anggota di lapangan bisa menjawab bila ada turis yang bertanya. Kita ingin anggota juga mengikuti perkembangan jaman. Ini tuntutan, bila tidak ya tertinggal," kata Irvan di Mako Satpol PP Surabaya, Senin (14/9/2015).
Sandy yang bertugas mengajar terlihat cukup sabar dan telaten saat berbagi ilmu kepada rekan sejawatnya.
"Saya senang bila semua bisa Bahasa Inggris, tidak harus langsung bisa sempurna tapi kemauan kawan-kawan dengan latar belakang pendidikan serta usia itu luar biasa sekali," kata Sandy juga melayani les privat setelah tugas Satpol PP.
Sandy yang sebelumnya guru TK ini memilih kerja di Satpol PP karena merasa punya tanggungjawab untuk memajukan Surabaya.
"Saya ingin terjun di masyarakat, maka saya pilih Satpol, " ungkap Sandy.
Sandy bermimpi suatu saat nantinya para anggota Satpol sehari-harinya menggunakan Bahasa Inggris. "Pelan-pelan dan konsisten pasti bisa," kata gadis berparas manis yang tinggal di Pulosari ini. (fat/fat)










































