Namun kemudahan wanita yang mengontrak di Desa Kebun Agung Kecamatan Porong, ini masuk ke lapas ini dibantah oleh Kalapas Kelas I Surabaya di Porong Heri Prasetyo.
"Apa yang disampaikan WY itu tidak benar. Sewaktu diperiksa di Polres dia menjelaskan bisa lolos dari pengawasan petugas dengan cara mengelabuhi petugas yang piket," kata kalapas saat dihubungi wartawan, Minggu (13/9/2015).
Apalagi, jelas dia, saat berkunjung ke suaminya, si WY selalu mengajak dua anaknya. Salah satunya ada yang bercadar. "Jadi petugas kesulitan mengawasi. Kalaupun si wanita kitu mengatakan menyuap, itu tidak benar. Saya sudah memeriksa petugasnya," tambahnya.
Sementara Kades Kebung Agung Sumanto Dwi Retno mengaku di desanya ada 8 istri napi teroris yang mengontrak di wilayahnya.
"Mereka tinggal di rumah kontrakan di Dusun Macanmati Rt 14/3 dua orang, di RT 17/3 ada 2 orang di RT 22/4 ada 2 orang, sedangkan di Rt 23/4 ada 2 orang," jelasnya.
Hingga kini, mereka tidak pernah ada masalah dan data indentitasnya juga lengkap. "Karena setiap bulan pihak desa selalu mengontrol keberadaan mereka," pungkasnya.
Empat napi teroris Lapas Kelas I Surabaya di Porong dipindahkan, Jumat (11/9) dini hari. Namun petugas Brimob (gegana) Polda Jatim menemukan seorang wanita bercadar saat membawa satu per satu napi untuk dipindahkan ke lapas lain. (fat/fat)











































