2 Minggu akan Nikah, Penjambret Sadis Dihadiahi Timah Panas

2 Minggu akan Nikah, Penjambret Sadis Dihadiahi Timah Panas

Ghazali Dasuqi - detikNews
Jumat, 11 Sep 2015 14:34 WIB
Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Asun Riyanto (30), terpaksa harus menunda keinginannya naik ke pelaminan. Rencana pernikahan 2 minggu mendatang itu gagal, lantaran pria asal Desa Gadingan Kecamatan Jangkar itu telah diringkus polisi.

Asun dibekuk Unit Resmob Polres Situbondo karena terindikasi melakukan serangkaian aksi kejahatan di wilayah timur Situbondo. Tak hanya dibekuk, Asun Riyanto terpaksa juga dibuat tersungkur.

Polisi terpaksa menghadiahi timah panas, karena bandit yang menjadi pelaku utama sejumlah aksi penjambretan di jalan raya itu berusaha kabur saat dikeler ke lokasi kejadian. Tak ingin burunnya lolos, polisi pun segera mengarahkan moncong pistolnya ke kaki pelaku. Dor..! Sekali tembak, Asun Riyanto langsung ndelosor.

"Waktu digerebek dini hari tadi, dia baru saja selesai menenggak miras dicampur pil dextro. Ditembak karena berusaha kabur saat dikeler menujukkan TKP. Sejauh ini sudah ada 4 TKP yang diakui oleh tersangka," kata Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Riyanto, Jumat (11/9/2015).

Selain Asun, polisi juga menangkap dua kawanannya. Masing-masing, Hendrik Susanto (30), warga Kecamatan Asembagus; serta Sufyan Dunianto (32), warga Kecamatan Banyuputih. Keduanya berperan sebagai penjual dan penadah hasil aksi kejahatan yang dilakukan Asun di jalan raya. Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan sejumlah HP hasil kejahatan, serta 2 unit sepeda motor jenis Yamaha Vixion dan Yamaha Vega.

Keterangan yang diperoleh detikcom, saat ini Asun sebenarnya sedang mempersiapkan rencana pernikahannya dengan gadis pujaan hatinya yang tinggal di Desa Gadingan Kecamatan Jangkar. Rencana pernikahan si bandit itu diagendakan akan dilangsungkan 2 pekan mendatang.

"Kalau pernikahannya sebenarnya sudah, 2 minggu lagi tinggal ramai-ramainya. Tapi gak tahu kalau begini jadi apa tidak," tandas seorang tetangganya.

Asun sudah menjadi incaran polisi. Dia dicurigai sebagai pelaku utama serangkaian aksi penjambretan yang dilakukan di wilayah timur Situbondo. Pelaku ini dikenal cukup sadis. Setiap mendapat sasaran, pelaku seenaknya menarik tas korban yang sedang mengendarai sepeda motor. Tak heran, sebagian korban ada yang sampai terjatuh bahkan hingga sengaja diseret beberapa meter oleh pelaku, akibat tasnya tak kunjung didapatkan.

Terakhir, korban melancarkan aksinya pada Selasa (8/9) lalu. Korbannya Cici Mita Dwi Lestari, warga Desa Bayeman Kecamatan Arjasa. Aksi penjambretan terjadi saat wanita 23 tahun itu baru pulang kerja. Saat melintas di jalan raya Desa Lamongan Kecamatan Arjasa, Asun menarik tas yang diselempangkan ke badan korban. Praktis, seketika itu korban terjatuh. Selain berisi HP jenis Oppo dan uang tunai, dalam tas tersebut juga banyak terdapat surat-surat penting.

"Bahkan korban sebelumnya dijambret saat sedang membonceng 2 anaknya yang masih kecil-kecil. Pas jatuh bagian kepala ibunya itu hampir saja terlindas ban truk. Hanya kurang beberapa sentimeter saja," tutur Kifli, warga Kecamatan Arjasa.

Hingga kini, Asun Riyanto dan dua rekannya masih terus menjalani pemeriksaan penyidik Satuan Reskrim Polres Situbondo. Polisi masih terus berusaha mengembangkan kasusnya.

"Masih terus dikembangkan, karena aksi kejahatan demikian (jambret, Red) cukup banyak terjadi di wilayah timur," pungkas AKP Riyanto. (fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini