Medical Check Up Berbasis Online Bagi TKI Dibuka di Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 09 Sep 2015 15:37 WIB
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Antisipasi banyaknya kasus TKI ilegal, membuat Pemkab Banyuwangi berbenah. Salah satunya, menyiapkan layanan cek medis bagi calon TKI. Layanan medikal ini tak hanya berlaku bagi calon TKI asal Banyuwangi, namun seluruh daerah Jawa Timur dan Bali.

Sebab, sistemnya sudah terkoneksi secara online dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) Jakarta. Layanan ini ditempatkan di RSUD Blambangan dan beroperasi sejak, Rabu (9/9/2016) pagi.

"Ini akan memudahkan calon TKI sebelum bekerja ke luar negeri. Selama ini mereka harus medikal di Surabaya atau Jakarta. Kini, mereka bisa cek kesehatan di RSUD Blambangan," kata Bupati Banyuwangi Abdulah Azwar Anas di sela peresmian layanan medikal check up calon TKI di RSUD Blambangan.

Layanan medikal ini bisa menjadi portal dokumen bagi Pemkab untuk mendata para TKI yang bekerja di berbagai negara. Jika seperti itu kata Anas akan merugikan calon TKI lantaran ditolak seteah tiba di negara tujuan. Biasanya, calon TKI cenderung memilih jasa medikal yang diarahkan perusahaan jasa pengerah TKI (PJTKI). Dengan adanya medikal di RSUD Blambangan, Anas memastikan tidak ada rekayasa rekam medis calon TKI.

"Ini juga melindungi para calon TKI, jangan sampai ada dokumen yang direkayasa. Bisa jadi kondisi tak sehat, dinyatakan sehat jika memakai jasa check up yang kurang kredibel. Kalau memang tak sehat, sejak awal dinyatakan tak sehat. Jadi, bisa kita obati," pungkasnya.

Sementara Kepala Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan (LP3) TKI Surabaya Tjipto Utomo menegaskan layanan medikal check up di Banyuwangi ini yang pertama di Jawa Timur dengan menggandeng RSUD.

"Biasanya layanan medis swasta yang ditunjuk Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan (BNP2) TKI. Kadang, berpotensi rekayasa medis," tegasnya.

Pihaknya berharap calon TKI Banyuwangi bisa memanfaatkan layanan check up ini sebelum berangkat. Apalagi, dokumennya terkoneksi langsung dengan pusat.

"Jadi, cukup meringankan calon TKI. Mereka tak harus ke Jakarta atau Surabaya," pungkasnya. Selama ini TKI Banyuwangi didominasi wanita dengan tujuan Taiwan, Hongkong, Singapura dan Malaysia. (fat/fat)