Pasangan calon itu yakni, Syamsul Arifin-Warsito yang diusung gabungan 3 partai, PKB, Partai Hanura dan Partai Golkar.
Kemungkinan mendaftar hanya menunggu surat rekomendasi pasangan calon dari Partai Golkar. "Sekarang tahap finalisasi. Tinggal menunggu dari teman Golkar saja. Karena rekom Hanura sudah keluar sejak 24 Agustus dan PKB sudah turun kalau tidak salah 9 Agustus," kata Sekrertaris DPC Hanura Kota Surabaya, Warsito saat dihubungi detikcom, Rabu (9/9/2015).
Warsito menambahkan, gabungan partai yang mengusung dirinya bersama Ketua DPC PKB, Syamsul Arifin sebelumnya bersama Partai NasDem saat pasangan Rasiyo-Dhimam Abror mendaftar ke KPU. "Karena rekom NasDem tidak kunjung turun, makanya kita gagal mendaftar. Sekarang Golkar sebagai pengganti NasDem," imbuhnya.
Warsito mengungkapkan, tidak bergabungnya NasDem dalam partai gabungan pengusung Syamsul-Warsito bukan sebuah upaya meninggalkan partai pimpinan Surya Paloh. "Bukan ditinggal. Tapi memang tidak ikut. Makanya sekarang harapannya tinggal menunggu finalisasi dari Golkar," tegas dia.
Dengan bergabungnya Golkar yang mempunyai 4 kursi di DPRD Surabaya, ditambah PKB 5 kursi dan 3 kursi untuk Hanura maka persyaratan kuota partai gabungan untuk mengusung pasangan di Pilkada Surabaya terpenuhi. (ze/try)











































