Kejadian pada Sabtu (5/9/2015) itu membuat perahu tersebut langsung hancur dan tenggelam. Empat awaknya terombang-ambing selama tiga hari tiga malam. Beruntung ada kapal melintas dan menolongnya sebelum akhirnya dijemput Basarnas Surabaya.
Para nelayan asal Pulau Gili Iyang tersebut mengaku berangkat melaut pada Sabtu pagi. Mereka mencari ikan ke arah timur ke perairan Pulau Raas tepatnya di utara Pulau Talango Aeng. Malam harinya, para nelayan beristirahat. Mereka tidur secara bergantian sambil berjaga-jaga khawatir ada hal-hal yang tidak di inginkan.
"Saya dan teman-teman bergantian tidur menjaga kapal," kata Herman Fanale (35), salah satu nelayan, kepada wartawan, Rabu (9/9/2015).
Namun tiba-tiba terdengar suara keras. Rupanya ada kapal besar menabrak perahu mereka. Sebuah kapal tanker yang datang dari belakang menghancurkan dan menenggelamkan perahu tersebut.
Diduga penerangan yang minim dari perahu nelayan membuat kapal tanker tak menyadari ada kapal di perairan tersebut. Para awak perahu berusaha menyelamatkan diri dengan menaiki boks ikan selama tiga hari tiga malam.
"Kami menaiki boks ikan selama tiga hari sejak Sabtu malam," kata Syahmo, nakhoda perahu.
Mereka baru mendapatkan pertolongan pada Selasa (8/9/2015) siang saat mereka terombang-ambing di sebelah utara perairan Batu Putih. para korban di tolong kapal British Garets yang dalam perjalanan dari Vietnam menuju Australia. Nakhoda kapal British Garets kemudian meminta tolong kepada tim SAR agar para nelayan dijemput.
Para korban akhirnya di jemput oleh Basarnas Surabaya menggunakan helikopter. Mereka di bawa ke Sumenep dan diserahkan ke kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep untuk di serahkan ke keluarganya.
"Kami menerima penyerahan korban dari Basarnas Surabaya kemudian langsung kami serahkan ke keluarganya," kata Kadar, Kabid Penanggulangan Bencana BPBD Sumenep.
Kejadian tersebut membuat para nelayan mengalami kerugian sekitar Rp 80 juta berupa perahu dan alat penangkap ikan seperti jaring dan alat tangkap ikan lainnya. Para nelayan berharap pihak terkait bisa melakukan langkah-langkah terkait kejadian tersebut.
Sebelumnya kejadian yang serupa juga banyak dialami para nelayan asal Sumenep, namun tidak ada penyelesaian ataupun pengusutan secara tuntas dari pihak terkait. (iwd/iwd)











































