Rasiyo yang diusung Partai Demokrat dan PAN sebagai calon wali kota Surabaya cukup tegas mengingatkan kepada Lucy yang menjadi calon wakilnya.
Perempuan berparas manis yang pernah duduk di DPR RI ini untuk benar-benar menyiapkan kelengkapan berkas. Rasiyo tak ingin lagi nanti, KPU Surabaya memutuskan TMS alias Tidak Memenuhi Syarat.
Ia menceritakan pada detikcom, saat masa calon wakilnya masih Dhimam Abror, dirinya cukup getol mengingatkan untuk tertib adminitrasi berkas pasangannya.
Dhimam Abror diminta untuk segera mengurus berkas yang kurang segera dilengkapi serta diurus sendiri.
"Saya sudah sering ingatkan pada Mas Abror, sampai saya datang ke rumahnya. Mas persyaratan yang kurang apa saja, dilengkapi. Apalagi laporan harta kekayaan. Sulit sekali. Saya saja nulis tak lembur sampai dua. Manfaatnya apa supaya mendapat surat KPK itu, karena syarat mutlak," ungkap Rasiyo saat ditemui di rumahnya, Minggu (6/9/2015).
Menjelang hari terakhir masa perbaikan berkas akan ditutup. Rasiyo diliputi rasa cemas larena beberapa berkas diakui Dhimam Abror terselip.
"Waduh. Saya udah was-was waktu itu, SKCK harus datang sendiri di polres karena harus sidik jari, surat RT/RW juga tidak semudah itu kadang RT nya tidak ada. Kemudian lapor polsek, polres dan Polda belum lagi PN. Makanya waktu itu, sesingkat singkatnya, saya urus sendiri. Artinya ada kesungguhan," tegas mantan Sekda Provinsi Jatim ini.
Ayah dua anak ini pun membagikan pengalaman pahitnya di Pilkada Surabaya ke pendamping barunya, Lucy agar tidak lagi di diskualifikasi oleh KPU karena berkasnya tidak lengkap.
"Pengalaman ini saya sampaikan ke Lucy. Mbak Lucy, iku kudu diurus temen. Harus ditunggui sendiri sampai selesai kalau perlu. Kemudian saya kasih format yang harus dilengkapi apa saja," ujar dia.
Selain itu, mantan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur juga meminta bantuan kepada orang partai untuk membantu mengurus berkas kelengkapan untuk pendaftaran wakilnya.
"Karena beliau kan baru pindah ke Jakarta. Aslinya sebenarnya sini, mau pindah ke sini, saya pikir perlu waktu," pungkas Rasiyo.
(ze/ugik)











































