Pemuda yang tinggal di Desa Watutulis Selatan, Kecamatan Prambon, melakukan aksi nekatnya gara-gara tidak direstui orangtuanya untuk menikah.
Iswanto memanjat tower air milik PG Watu Tulis sejak pagi hari sekitar pukul 07.10 Wib, Minggu (6/9/2015). Hingga Pukul 18.00 Wib, Iswanto tetap nangkring di atas tower.
Menurut informasi yang didapat di lokasi menyebutkan bahwa Iswanto sejak pagi hari sekitar pukul 06.00 sudah memasuki areal PG Watu Tulis, namun Iswanto kepergok petugas keamanan yang piket. Iswanto lantas diserahkan ke keluarganya.
"Sebenarnya dia pagi-pagi ke areal PG kemudian sudah diserahkan ke keluarganya tapi entah jam berapa dia masuk lagi, diketahui malah sudah berada di atas tower air," jelas petugas keamanan yang tidak mau disebut namanya.
Sementara itu, Kapolsek Prambon AKP Satuji kepada wartawan mengatakan bahwa polisi sudah berusaha membujuk Iswanto untuk turun dari tower namun tidak direspon.
"Menurut keterangan kelaurga, Iswanto ingin menikah tapi oleh orangtuanya ditanya calonnya siapa dan disarankan untuk bekerja dahulu," katanya di lokasi.
Polisi, kata AKP Satuji, juga menghubungi keluarganya untuk ikut membujuk namun usaha masih belum berhasil. "Kita juga mendatangkan personel Basarnas dari Surabaya, tapi usaha ini pun juga belum berhasil," katanya.
Kepala Operasional Basarnas Surabaya Hariadi Pramono menjelaskan bahwa evakuasi memperhitungkan tingkat keselamatan sang pemuda dan keamanan petugas.
"Bahayanya yang masih kita perhitungkan, karena dia saat didekati malah melempar batangan besi ke petugas," jelasnya.
Sampai saat berita ini di tulis belum ada gejala Iswanto akan turun, perugas dari Polisi dan Basarnas seta di bantu oleh PMI hanya menghalu warga yang akan melihat dengan harapan Iswanto mau teurun dari tower air tersebut. (ugik/ugik)











































