Dari pengamatan detikcom, Rabu (3/9/2015), massa buruh yang berjumlah sekitar 3 ribu orang menguasai jalan di depan PT CVI sejak dini hari tadi. Para buruh juga memarkirkan truk dan mobil di tengah jalan serta meletakkan ban bekas. Paginya sekitar 2.000 personel polisi yang datang hanya bisa bersiaga di 50 meter sebelum PT CVI.
Ketika tiba saatnya melakukan eksekusi, suasana mulai panas. Buruh sudah membakar ban bekas. Asap hitam pekat mengepul. Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Arnapi mendatangi perwakilan massa buruh. Arnapi mencoba bernegosiasi, tetapi negosiasi itu gagal. Arnapi mundur dan personel dalmas mulai maju.
Sebuah forklift maju dari pihak polisi untuk memindahkan truk yang terparkir di tengah jalan. Saat proses itu sedang dilakukan. Tiba-tiba saja batu, kayu dan botol air mineral terlempar ke arah polisi. Para buruh mulai melawan. Mereka melempari polisi dengan benda yang bisa dilempar. Suasana menjadi kacau. Batu dan kayu terus terlempar di tengah hitam dan pekatnya asap ban yang dibakar.
Polisi mulai kewalahan meski mereka sudah dilengkapi dengan helm dan tameng. Unit anjing pelacak dikerahkan dengan melepaskan anjing-anjingnya. Tapi itu tidak cukup menghentikan aksi buruh. Polisi lalu memajukan mobil water canon. Mobil itu menyemprot air membubarkan konsentrasi massa. Massa mulai terpecah. Polisi kemudian memadamkan ban bekas yang dibakar.
Massa terpukul mundur. Sebagian mundur ke Jalan Tanjungsari ke arah barat dan sebagian mundur ke gang Jalan Simorejo Sari. Polisi terus berupaya memukul mundur buruh. Buruh terus diteriaki agar mundur dan tak meneruskan aksinya. Sebagian buruh diamankan. Situasi mulai kondusif dan buruh sudah membubarkan diri.
Sejumlah polisi tampak terluka. Kepala mereka berdarah terkena lemparan batu. Seorang wartawan online diketahui juga bocor di kepalanya terlempar batu. Dua mobil milik buruh juga rusak terkena lemparan batu. Hingga pukul 09.00 WIB polisi tetap bersiaga. (fat/fat)











































