Kepala Kemenag Mojokerto, Ahmad Rodli mengatakan, 14 jamaah haji tertunda keberangkatannya ke tanah suci. Para jamaah yang seharusnya diberangkatkan pagi tadi bersama 1.235 jamaah lainnya asal Mojokerto yang tergabung dalam kloter 26, 27, 28 terpaksa tertunda sebab visa mereka sampai hari ini belum jadi.
"Rencananya yang tertinggal akan kami berangkatkan dari kantor Kemenag tanggal 5 September bersama kloter 35 karena menunggu visa selesai," kata Rodli usai memberangkatkan jamaah haji di kantor Pemkab Mojokerto, Selasa (1/9/2015).
Sementara di Kabupaten Jombang, jamaah haji yang gagal berangkat sebanyak 6 orang. Kasi Haji dan Umroh Kemenag Jombang, Nur Habib Adnan menuturkan, sebelum pemberangkatan jamaah haji, Kamis (27/8), 4 calon jamaah haji dinyatakan gagal berangkat karena sakit dan meninggal.
Dua jamaah haji lainnya yang tergabung kloter 15 menyusul batal berangkat ke tanah suci saat sudah di asrama haji Sukolilo Surabaya. Jamaah haji atas nama Eni Latifah (49), asal Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, terpaksa dipulangkan sebab ketahuan hamil 4 minggu saat menjalani pemeriksaan kesehatan di asrama haji Sukolilo, Jumat (28/8). Suami Eni memutuskan turut menunda keberangkatannya.
"Yang bersangkutan diketahui hamil saat dilakukan pemeriksaan akhir di Asrama Haji Surabaya. Sehingga yang bersangkutan harus kembali pulang," ungkap Habib.
Dengan demikian, lanjut Habib, dari 1.045 jamaah haji asal Jombang yang terbagi dalam kloter 14, 15 dan 16, sebanyak 1.039 yang diberangkatkan ke tanah suci. (fat/fat)










































