Pembunuh Pria yang Dimasukkan Dalam Karung Dibekuk

Pembunuh Pria yang Dimasukkan Dalam Karung Dibekuk

M Rofiq - detikNews
Senin, 31 Agu 2015 16:09 WIB
Pembunuh Pria yang Dimasukkan Dalam Karung Dibekuk
Foto: M Rofiq
Probolinggo - Pelaku pembunuhan pria yang dimasukkan dalam karung dan ditemukan di Sungai Pekalen, Probolinggo berhasil dibekuk. Para pelaku sengaja membunuh Hadi Sholihin (65) warga Kecamatan Wonomerto, lantaran sakit hati dan cemburu.

Mereka yakni, pelaku utama Abdul Karim (40), Slamet besar (45), Slamet kecil (40) dan Hasan (37), sama-sama warga Desa Racek.

"Pelaku utama yakni Abdul Karim. Dia sakit hati karena istrinya sering digoda korban. Dua pelaku menyerahkan diri dan dua lainnya diamankan di rumahnya," kata Wakapolres Polres Probolinggo, Kompol Sujiono kepada wartawan di mapolres, Senin (31/8/2015).

Karena sering menggoda istrinya, Aisyah (37) untuk diselingkuhi, jelas wakapolres, korban mengancam akan membunuh. Merasa nyawanya terancam, Aisyah melaporkan hal itu ke suaminya alias pelaku. Karena emosi dan tidak terima, pelaku mengajak tiga rekannya menghabisi korban.

Sementara pelaku mengaku tidak terima istrinya diancam karena tidak mau diselingkuhi. "Dia mengancam isteri saya akan dibunuh kalau tidak mau melayani keinginannya dia. Akhirnya, waktu dia ngajak ketemuan dengan isteri saya lewat HP malam itu, saya meminta bantuan. Saya dan kami bertiga yang menemui Hadi Solichin. Pada saat itulah kami mengahabisinya," jelas pelaku kepada wartawan.

Dari hasil penangkapan, lanjut, dia, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, yakni jaket hitam yang dipakai korban, sebatang kayu yang digunakan tersangka, sebilah clurit, tali tambang beserta karung.

"Ke empat tersangka ini dijerat pasal 338 jo 340 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati," tegas Kompol Sujiono.         

Sebelumnya, warga Probolinggo dikejutkan dengan penemuan mayat pria yang dimasukkan karung dan mengambang di Sungai Pekalen, Desa Racek, Kecamatan Tiris, Selasa (25/8/2015) sore. Di tubuh dan wajah korban yang sehari-hari menjadi petani terdapat luka bacok. Jasadnya juga diikat dengan tali tambang yang sengaja dibebani batu agar tidak mengambang.

(iwd/iwd)
Berita Terkait