Salah seorang saksi mata, Zakariya (53) mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 13.00 Wib. Api berasal dari sebuah ruangan di bagian belakang KUD Sooko yang disewa pengusaha untuk membuat sepatu.
"Saat itu saya berada di samping tempat yang terbakar, tiba-tiba ada suara ledakan disusul ada api langsung membesar di dalam ruangan tempat membuat sepatu," kata Zakariya kepada detikcom di lokasi kebakaran.
Menurut dia, bagian belakang bangunan kantor KUD Sooko itu sejak 3 tahun yang lalu disewa Efendi, pengusaha sepatu asal Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.
Saat kebakaran terjadi, lanjut Zakariya, terdapat 8 orang termasuk pemilik industri rumahan sepatu sedang bekerja membuat sepatu. Saat api membesar, kedelapan orang lari menyelamatkan diri. Suara ledakan beberapa kali terdengar dari kaleng lem sepatu yang terbakar.
"Ada delapan pekerja, yang lima orang berhasil lari namun yang tiga orang terjebak di dalam karena api menutup pintu keluar," imbuh Zakariya.
Sementara saksi mata lainnya, Muhammad Alfan (50) menuturkan, para pekerja yang berhasil keluar lebih dulu berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar berdatangan menyelamatkan ketiga orang tersebut dengan mendobrak pintu bagian depan, yang juga disewakan untuk toko bahan sepatu.
Menurut Dia, pemilik usaha sepatu, Efendi mengalami luka bakar di tangannya. Sedangkan dua orang karyawan Efendi, Hari dan Sulkan mengalami sesak nafas.
"Salah satu yang terbakar pemiliknya (Efendi), mengalami luka bakar di tangan. Kalau dua orang lainnya tukang sol sepatu. Ketiganya langsung dibawa ke UDG RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo," ungkapnya.
Pantauan detikcom di lokasi, warga sekitar tak bisa memadamkan api sebab tak ada peralatan. Mereka hanya mengeluarkan bahan-bahan sepatu dari ruangan di bagian depan KUD Sooko.
Hanya dalam hitungan menit api yang semula membakar bagian belakang, merembet ke bagian depan kantor KUD Sooko. Atap bangunan yang sebelumnya kokoh ambruk akibat terbakar.
Sekitar pukul 13.30 WIB, lima unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk memadamkan api. Hingga pukul 14.30 Wib, api belum bisa dipadamkan.
Sampai saat ini, penyebab kebakaran belum diketahui. Kapolsek Prajutit Kulon, Kompol Johar Nawawi yang berada di lokasi belum bisa memberikan keterangan. "Kita masih fokus pemadaman api dan mengatur lalu lintas supaya tidak macet," ujarnya. (fat/fat)











































