Mereka adalah Ahmad Rizky Sadiq (PAN) Handayani (PKB), Sarmuji (Golkar), Abidin Fikri, Nihayatul Wafiroh (PKB) dan Gatot Sujito (Golkar).
Setelah melakukan pengecekan, anggota dewan ini mengkritisi kurangnya tenaga medis. Minyak goreng yang menghitam juga menjadi sasaran kritisi anggota dewan tersebut.
"Kita tadi sama-sama melihat jika minyak yang digunakan menggoreng sudah sangat hitam. Itu sangat disayangkan," ujar Ahmad Rizky, Tim Pengawas Pemberangkatan Ibadah Haji Bidang Kesehatan Komisi IX DPR RI, Kamis (27/8/2015).
Ahmad meminta agar hal seperti itu tidak dilakukan lagi karena pengolahan makanan untuk calon jamaah haji (calhaj) harus sesuai dengan ketentuan pemenuhan gizi.
Ahmad mengatakan bahwa anggaran menu makanan adalah Rp 150 ribu untuk dua kali makan dan dua kali kudapan. "Jangan sampai ada seperti itu, minyak goreng sampai berwarna hitam karena digunakan menggoreng berkali-kali," kata Ahmad.
Namun besaran Rp 150 ribu untuk ransum setiap calon haji dibantah oleh Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya Muhammad Sakur. Sakur mengatakan bahwa anggaran menu makanan adalah Rp 100 dari pemerintah.
"Anggaran dari pemerintah Rp 100 ribu untu makanan calhaj," ujar Sakur.
Selain makanan, tenaga medis yang kurang juga menjadi sorotan anggota dewan. Di Asrama Haji Sukolilo hanya ada dua tenaga medis. Padahal mereka harus melayani ratusan calhaj.
"Idealnya adalah lima untuk membei pelayanan yang maksimal kepada calhaj," tandas Ahmad. (iwd/iwd)











































