Tak hanya menangis dan menjerit-jerit, selama kesurupan Faiqkatul Hikmah, warga Jalan Garuda Kecamatan Besuki, juga meronta-ronta.
"No camera, no camera," teriak Faiqkatul Hikmah kepada sejumlah wartawan yang hendak mengambil gambarnya.
Tak heran, kejadian ini membuat para staf dan pegawai Dispendukcapil jadi kelabakan. Sebagian langsung berusaha mendatangkan paranormal untuk menyembuhkan si Faiqkatul Hikmah. Saking hebohnya, sejumlah polisi dari Satuan Sabhara Polres Situbondo juga berdatangan ke kantor tersebut.
"Selama 2 tahun saya dinas di sini, baru kali ini ada kejadian begini (kesurupan, red). Saya sebenarnya ada acara paripurna di kantor DPRD, tapi ya pasti datang terlambat karena ada kejadian ini," kata Kepala Dispendukcapil Situbondo, M Sifa.
Keterangan yang dihimpun detikcom, insiden kesurupan itu terjadi saat Faiqkatul Hikmah mengurusi surat pindah milik pamannya.
Konon, ada kesalahan dalam pengajuan surat pindah tersebut. Nah, pada saat konsultasi kesalahan pengajuan surat pindah ke salah satu petugas di Dispendukcapil itulah, tiba-tiba Faiqkatul Hikmah kesurupan. Selain menangis dan menjerit, wanita muda ini juga meronta-ronta.
"Dia datang sendirian ke kantor sini, jadi tidak bisa dibawa pulang. Makanya, kami sudah berusaha menghubungi keluarganya. Sebentar lagi mungkin datang," tukas M Sifa. (bdh/bdh)











































