Bersama mereka, ada dua pria dan enam anak yang juga ikut dipulangkan ke daerah asal. Mereka adalah keluarga dari para PSK. Para PSK tersebut menumpang KM Gunung Dempo.
Setelah turun dari kapal, para PSK didata dan dicek kesehatannya. Bagi yang sehat langsung diantar pulang. Tapi bagi yang terkena penyakit atau virus, harus menjalani uji laboratorium terlebih dahulu.
"Mereka dipulangkan setelah Lokalisasi Tanjung Elmo tempat mereka mencari nafkah ditutup pada 17 Agustus kemarin," kata Kabid Kesra Provinsi Jatim Hizbul Waton kepada wartawan, Rabu (26/8/2015).
Para PSK tersebut tidak pulang dengan tangan kosong. Mereka diberi uang saku oleh Kemensos sebesar Rp 5,5 juta dan dari Pemkab Jayapura sebesar Rp 5 juta.
Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Jayapura Nyoman Sucipta mengatakan, Lokalisasi Tanjung Elmo yang berdiri sejak tahun 40 tahun lalu ditutup karena sudah menjadi pemukiman padat.
25 Wisma yang ada di lokalisasi tersebut ditutup. Dan sebanyak 288 PSK nya dipulangkan ke daerah asal. "Kalau dibiarkan, tentu berdampak pada pergaulan dan pertumbuhan anak-anak setempat," ujar Nyoman. (iwd/iwd)











































