Tabrakan Mobil Jenazah dengan Pikap Gara-gara Bus Tidak Beri Jalan

Tabrakan Mobil Jenazah dengan Pikap Gara-gara Bus Tidak Beri Jalan

Muhajir Arifin - detikNews
Selasa, 25 Agu 2015 14:34 WIB
Tabrakan Mobil Jenazah dengan Pikap Gara-gara Bus Tidak Beri Jalan
Foto: Muhajir Arifin/File
Pasuruan - Sopir L300 dan Kijang Innova yang bertabrakan dengan ambulance RSUD Bangil pembawa jenazah menyayangkan sopir ambulance memaksakan diri menyalip bus saat kondisi ramai. Namun polisi membela, ambulance harus diutamakan.

"Saya sudah menepi, tapi ambulace mengambil semua jalur, akhirnya nggak sempat menghindar," kata Sugianto (30) sopir L300 asal Lumajang di lokasi kecelakaan Jalan Raya Blandongan, Pasuruan, Selasa (25/8/2015).

Sugianto sendiri beruntung hanya menderita luka lecet di kaki meski kendaraannya terbanding ke sisi trotoar dan baknya terlepas. Kaca depan L300 tersebut juga hancur.

Sujati (37), sopir Innova yang melaju di belakang L300 dan ikut tertabrak mengatakan ambulance melaju sangat kencang hendak mendahului bus. Meski sirine dan lampu sudah menyala, bus tak memberikan jalan.

"Tapi ambulance tetap masuk ke jalur berlawanan dan menabrak L300 lalu menabrak mobil saya," kata warga Kedungadem, Bojonegoro ini.

Polisi sendiri masih melakukan penyelidikan kasus kecelakaan langka ini. Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Sumino mengatakan seharusnya pengendara jalan lain tetap mengutamakan ambulance. Meski membawa jenazah dan bukan korban kritis, ambulance harus didahulukan.

"Sirine dan lampu kan menyala, ambulance harus diutamakan," kata Sumino. Meski begitu, pihaknya tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut kasus kecelakaan tersebut.

Sebuah mobil ambulace milik RSUD Bangil bernopol N 8094 XP yang membawa jenazah bertabrakan dengan kendaraan bak terbuka L300 bernopol N 9321 YD dan Kijang Innova L 1794 PB di Jalan Raya Blandongan, Pasuruan. Sopir ambulance mengalami patah tulang dan muatan pepaya kendaraan bak terbuka berceceran di jalan raya.

Empat keluarga jenazah dan jenazah yang ada di dalam mobil diteruskan ke rumah duka dengan ambulance lain ke Desa Tampung, Kecamatan Lekok. Para keluarga korban mengalami luka memar dan syok. (bdh/bdh)
Berita Terkait