Rumah yang dijadikan Suparman gantung diri adalah kamar kos ibunya. Pria 38 tahun itu mengunjungi ibunya pada Senin (24/8/2015) kemarin.
"Sebelum Agustusan, Suparman ke (kos) sini bersama istri dan dua anaknya. Dua hari kemudian, dia balik ke Mojokerto. Kemarin dia ke sini lagi, tapi sendirian," kata Purwanti salah satu warga, Selasa (25/8/2015).
Ibu Suparman adalah Suparmi. Suparmi kos di rumah kos milik Elly di Jalan Lebak Asri 64. Di Surabaya, Suparmi bekerja menjual buah-buahan. Kos itu sendiri hanya mempunyai dua kamar. Kebetulan saat terjadi peristiwa itu, tetangga kos Suparmi sedang pulang kampung.
Suparmi sednag pergi saat anaknya menggantung diri. Suparmi pergi ke pasar untuk kulak buah. Sepulang dari pasar, Suparmi mendapati pintu kamar kos terkunci. Suparmi menduga anaknya masih tidur di dalam.
Namun pintu tak juga dibuka meski Suparmi sudah berulang kali mengetuk. Akhirnya Suparmi memaksa membuka pintu. Apa yang dilihatnya kemudian mengejutkan Suparmi.
Dia melihat badan anaknya sudah terbujur kaku di atas plafon. Suparman telah menggantung dirinya sendiri. Diduga kuat Suparman nekat gantung diri karena frustasi penyakit livernya yang tak kunjung sembuh.
"Sejak di Kalimantan korban sudah menderita liver. Penyakitnya cukup parah. Dia sebenarnya ke Surabaya mau berobat," kata Kanit Reskrim Polsek Tambaksari AKP Nadiar. (iwd/iwd)











































