Cara ini dinilai efektif bagi calon jamaah yang sudah lanjut usia, dan sulit untuk mengenali barang bawaannya meski telah tertera foto dan identitas di masing-masing tas.
Selain itu juga, tanda unik tersebut juga untuk mempermudah calon jamaah haji yang lanjut usia mencari barangnya saat berada ditumpukan ribuan koper calon jamaah haji.
"Asal tidak mengganggu, boleh saja, karena sebelum masuk ke bagasi pesawat kan nantinya akan diperiksa kembali," kata Misbahul Munir, Kepala Seksi Haji Kementerian Agama Jember kepada detikcom, Selasa (25/8/2015).
Menurut Misbahul, cara yang dilakukan calon jamaah haji dari Jember itu agar saat berada di asrama haji maupun di Makkah dan Madinah diberi kemudahan.
"Harapan dia bisa mudah mengenali barangnya dalam hal ini koper CJH, baik di asrama maupun saat di tanah suci," tambah Misbahul.
Dari total 1.670 calon jamaah haji asal Jember yang akan berangkat ke tanah suci, satu diantaranya meninggal dunia sehingga koper yang dikumpulkan berjumlah 1.669 yang nantinya dibawa ke Asrama Haji Sukolilo surabaya sebelum diterbangkan ke tanah suci. (bdh/bdh)










































