"Barang yang disita bisa diambil oleh keluarga calhaj di kemenag kabupaten/kota setempat," ujar Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya Kemenag Jatim, Selasa (25/8/2015).
Pada kloter pertama kemarin, petugas Asrama Haji Sukolilo menyita banyak barang yang dilarang dibawa melalui pemeriksaan manual. Petugas memeriksa isi tas calhaj sebelum memasuki bus yang membawa calhaj ke Bandara Juanda.
Barang yang disita adalah sampo, lotion, pelembab, air mineral, parfum, detergen, sambal instan, minuman instan, pasta gigi, gunting, jarum, pisau kecil, cutter, kecap, saus, korek api, minyak goreng, obat-obatan.
Petugas juga menemukan barang yang kurang lazim untuk dibawa seperti timbangan dan dodol yang dimasukkan ke jerigen. Namun ada saja barang yang lolos dari pengamatan petugas di asrama haji. Namun di bandara, barang itu tak lolos dari pemindaian mesin x-ray. Seperti calhaj dari kloter 6 dari Bondowoso.
Sebuah minyak goreng (Migor) terpindai mesin x-ray di tas besar milik Ronald. Calhaj asal Bondowoso itu mengaku jika minyak goreng itu titipan Mukminin. Mukminin adalah orang Indonesia yang ada di Arab.
"Minyak goreng merupakan cairan yang tidak boleh dibawa," lanjut Sakur.
Sakur menambahkan, barang-barang tersebut memang tidak perlu dibawa karena bisa didapatkan di Arab. Calhaj cukup membawa uang atau ATM berlogo Visa. (fat/fat)










































