"InsyaAllah besok pagi Sabtu 22 Agustus, Universitas Airlangga menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa bidang ekonomi. Memang ini agak sedikit berbelok dari jalur akademik beliau yang mempelajari di bidang hukum. Untuk kali ini, kita anugerahkan Doktor Honoris Causa di bidang ekonomi," ujar Rektor Universitas Airlangga Prof Dr Moh Nasih saat jumpa pers di ruang Kahuripan lantai 3 KM Unair, Surabaya, Jumat (21/8/2015).
Nasih menerangkan, banyak pertimbangan pemberian gelar doktor HC ke Soekarwo. Selama ini, katanya, banyak prestasi dan kinerja Soekarwo sebagai Gubernur Jatim di bidang pembangunan, khususnya di bidang ekonomi di Jawa Timur. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur lebih tinggi di atas pertumbuhan nasional.
"Biasanya, konsep kalau pertumbuhan ekonomi tinggi, diikuti dengan jarak antara miskin dengan yang kaya semakin lebar. Artinya, pertumbuhan ekonomi dikuasi oleh kelompok tertentu yaitu mereka yang menguasai modal," katanya.
"Khusus di Jawa timur, ada kondisi yang menurut saya luar biasa. Pertumbuhan ekonomi justru menyempit antara orang kaya dengan miskin. Yang miskin nilia angkanya berkurang. Ini salah satu indikator kinerja yang luar biasa," paparnya.
Prespektif lain, Gubernur Jatim yang biasa disapa Pakde Karwo mengeluarkan banyak gagasan dan inisiatif yang seringkali tak terpikirkan oleh akademisi yakni membentuk atase perdagangan di daerah-daerah lain untuk memperlancar keluar masuk barang ke daerah.
"Ini inisiatif dan gagasan di luar kelaziman yang ada. Ini terobosan dan perguruan tinggi terlupakan untuk mengembangkan model tersebut. Ada yang mengatakan, Pakde Karwo bukan Gubernur Jawa Timur, tapi presiden Jawa Timur," terang nasih yang disambut tersenyum Soekarwo di sampingnya.
Selain itu, Soekarwo sebagai Gubernur Jatim, juga mendorong Bank UMKM memberikan kredit khusus pada kelompok tertentu. Dampaknya, yakni pada pembangunan dan mengangkat kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.
"(Bank UMKM) Meski perlu penyempurnaan terkait beberapa hal khususnya rate, tapi inisiatif ini hanya bisa dilakukan orang-orang yang daya inisiatifnya besar, karena keluar dari pakem," paparnya.
"Model Pakde Karwo ini bisa dijadikan model nasional atau ditiru daerah lain," jelasnya.
Nasih menambahkan, penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa ini sangat selektif dan didukung atas prestasi. Serta Didukung dengan dasar hukum pengusulan dan penganugerahan Doktor Kehormatan kepada Soekarwo sesuai dengan Peraturan menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 21 Tahun 2013 tentang Pemberian Gelar Doktor Kehormatan.
Dalam peraturan tersebut dijelaskan, gelar Doktor Honoris Causa adalah gelar kehormata yang diberikan oleh perguruan tinggi kepada seseorang yang dianggap telah berjasa dan atau berkarya luar biasa bagi ilmu pengetahuan, teknologi, seni, sosial, budaya dan atau berjasa dalam bidang kemanusian dan atau kemasyarakatan.
"Dalam sejarah Universitas Airlangga 61 tahun tepat pada 10 November, penganugerahan Doktor Hanoris Causa ini yang ke 10. Sesuai dengan nilai kinerjanya 10. Dan Honoris Causa ini yang kedua dalam bidang ekonomi," tandasnya. (roi/bdh)











































